Kalakanji | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kalakanji

Kalakanji
Foto Kalakanji

Sajak-sajak

May Yusra Soelaiman

Kalakanji

Bagaimana jika sebelum ini,
aku adalah
kalakanji dan kau celana
katun yang dipakai seorang
pengembala atau sepotong
gaun gadis lembah yang di
kepalanya sekaleng penuh
susu.
Barangkali kita bertemu di
bukit. Tubuhku mengikutimu,
dan sepotong kayu untuk
mengusir gembala milikmu,
menarik serta tubuh temantemanku.
Barangkali kita bertemu di
pinggir jalan, ketika suara
klakson meminggirkan
seorang puan. Kita bersapa,
lalu aku ikut serta denganmu.
Begitulah kita sepanjang hari.
Diayunkan angin, dibiarkan
lekat sepanjang tak
menggelitik. Tapi bersiap
lepas, seolah takdir adalah
pisah.
Bagaimana jika di pertemuan
masa ini, aku tetap kalakanji.
dan di keliman celanamu, aku
tersisa sendiri.

Maret 2017

Potret

Ia pulang, dan melintasi
kenangan di ruang tengah
Bapaknya sedang tersenyum,
sumringah menatapnya,
“Sudah pulang, nak? Lelah?”
Ia mengangguk, dan matanya
bercerita hal jarak dan debudebu,
jalan yang sibuk, serta
suara ribut kendaraan.
Penat yang sedari tadi
disampirinya, tergeletak di
kursi.
Bapaknya menjelma udara,
ditariklepas dengan lega.
“Kau sudah makan?”
Ia menggeleng, lalu menuju
meja makan.
Di hadapannya, terhidang
kenangan dan ketenangan,
Mata bapaknya menemani
sampai selesai.
Malamnya, mereka duduk
bersama dan membaca buku
lama. Di kalimat ke sekian,
bapaknya berhenti,
menatapnya lama dan berujar,
“Seringlah pulang, ada Bapak
di sini!”

Desember 2016

Menemui
April

Sepasang tangan gagu yang
sembunyi di balik tubuhnya
beberapa kali memeluki diri
mereka sendiri.
pertemuan selalu melahirkan
debar
dan ingatan
memanggilmanggil yang jauh
untuk pulang
barangkali api itu telah lama
padam ataukah
pelanpelan membikin sekam
nyala di perabuan.
Menemuinya, ia selalu
berpeluh dengan rindu
dan himpit kenangkenangan.
seperti di apitnya dua
kekuatan yang melemahkan
sedang sepasang tangannya
masih saja ingin
sepasang yang lain.

Maret 2017

* May Yusra Soelaiman, penyair
ini lahir di Aceh Utara.
Sekarang menetap di Banda Aceh (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id