Prodia Gelar Talkshow Diabetes | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Prodia Gelar Talkshow Diabetes

Prodia Gelar Talkshow Diabetes
Foto Prodia Gelar Talkshow Diabetes

BANDA ACEH – Laboratorium Klinik Prodia Banda Aceh mengadakan talkshow ‘Wellness Prediabetes Quit or Wait? Siapapun Bisa Kena Diabetes’ di Hotel Mekkah, Banda Aceh, Sabtu (15/4). Melalui talkshow ini diharapkan masyarakat dapat mengenali tanda-tanda prediabetes, serta memahami tindakan preventif untuk mencegah terjadinya prediabetes.

Sejumlah narasumber yang dihadirkan dalam talkshow tersebut yaitu dr Hendra Zufry SpPD-KEMD FINASIM (Konsultan Endokrin), Aripin Ahmad SSi T MKes (Ahli Gizi), dan Marissa Arifin MKes (Prodia). Sementara pesertanya adalah pasien dari Laboratorium Klinik Prodia yang berasal dari berbagai kalangan.

Branch Manager Prodia Banda Aceh, Indah Dwi Syahputri ST dalam sambutannya mengatakan, prediabetes adalah istilah untuk tahap penanda awal dari penyakit diabetes tipe dua ketika level gula darah mulai melebihi batas normal, namun belum terlalu tinggi untuk dapat dikategorikan sebagai penyakit diabetes mellitus tipe dua. Penderita prediabetes memiliki risiko lebih besar terhadap diabetes melitus tipe dua, namun kondisi ini juga bisa dijadikan sebagai pengingat atau titik balik untuk segera melakukan perubahan pola hidup ke arah yang lebih baik.

Dikatakannya, pada 2030 International Diabetes Federation (IDF) memprediksikan terdapat 398 juta penduduk dunia mengalami prediabetes. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) prevalensi prediabetes di Indonesia cukup tinggi, yaitu sekitar 10,2 persen, sehingga diperkirakan 24 juta penduduk Indonesia adalah penderita prediabetes.

Pada kesempatan itu, Konsultan Endokrin, dr Hendra Zufry SpPD- KEMD FINASIM menyebutkan di Aceh 14,5 persen masyarakatnya masuk dalam kategori prediabetes, dan 9,8 persen penderita diabetes. Angka tersebut berada diatas angka nasional yaitu 5,8 persen. “Trennya saat ini di Aceh yang lebih muda terkena diabetes. Hal ini disebabkan oleh faktor genetik sebesar 40 persen, dan 60 persen disebabkan oleh pola makan,” katanya. (una) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id