50% Dana Hibah Difokuskan Bangun Rumah Korban Gempa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

50% Dana Hibah Difokuskan Bangun Rumah Korban Gempa

50% Dana Hibah Difokuskan Bangun Rumah Korban Gempa
Foto 50% Dana Hibah Difokuskan Bangun Rumah Korban Gempa

MEUREUDU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya (Pijay) memfokuskan pembangunan rumah pasca gempa dengan mengalokasikan 50 persen atau setara Rp 171.755.950.000, dari jumlah dana hibah Rp 343.511.900.000 untuk rehab-rekons pascagempa Pijay. Sementara 50 persen lagi akan digunakan untuk pembangunan insfrastruktur yang hancur saat gempa 7 Desember 2016 lalu, Sepeti jalan, jembatan, saluran irigasi, dan lainnya.

Wakil Bupati Pidie Jaya (Pijay) yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Bencana pijay, H Said Mulyadi SE MSi, Sabtu (15/4) mengatakan, sesuai dengan hasil kesepakatan tim, Pemkab akan fokus menangani pembangunan rumah warga yang rusak. “50 % dari alokasi dana hibah Rp 171.755.950.000 di konsentrasi untuk pembangunan rumah korban gempa pada tahun 2017 ini,” sebutnya.

Pola pelaksanaan pembangunan rumah warga korban gempa serta fasilitas publik lainnya, tetap dilakukan dengan sistem lelang pekerjaan yang ditenderkan melalui LPSE dan ditayang melalui website Pemkab setempat, yang dikawal secara ketat oleh Unit Layanan Pelelangan (ULP).

“Satgas Bencana juga akan mengawal proses rehab-rekons ini secara kontiyu, agar tidak menuai masalah nantinya. Sehingga dana hibah tahap berikutnya dapat direalisasikan hingga dua tahun berikutnya,” jelasnya.

Seperti diketahui, Pemkab Pijay menerima dana hibah sebesar Rp 343.511.900.000 untuk anggaran Rehabilitasi dan Rekontruksi pascagempa. Penyerahan dana tersebut diserahkan Dirjen Perimbangan Keuangan RI, Budiarto Teguh Widodo, diterima Bupati Pijay, Aiyub Abbas di gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat, Jalan Pramuka Raya, Jakarta, Rabu (29/3) lalu.

Seluruh dana hibah tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang hancur akibat bencana gempa 7 Desember 2016 lalu. Dari daftar alokasi rincian anggaran belanja Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascagempa Pijay tahun 2017 itu, diprioritaskan pada bidang perumahan berupa bantuan stimulan rumah rusak berat, bantuan stimulan rumah rusak (sedang), dan konsultan manajemen pendampingan rumah rusak.

Selanjutnya, dana tersebut juga difokuskan pada membangun insfrastruktur jembatan Gampong Sagoe Trienggadeng, Lhok Puuk Panteraja, dan Drien Bungoeng Bandar Dua. Sementara pembangunan irigasi dilakukan pada lokasi irigasi Gaharu, Drien Bungoeng, Ulee Gle, saluran skunder Alue Sane, Lhok Sandeng, dan Beuracan. “Semua porsi penempatan dana bagi semua bidang, disepakati nanti setelah rapat koordinasi tim SKPK dan DPRK,” jelasnya.(c43) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id