Jembatan di Trueng Campli Ambruk | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jembatan di Trueng Campli Ambruk

Jembatan di Trueng Campli Ambruk
Foto Jembatan di Trueng Campli Ambruk

* Akibat Dilintasi Truk Bertonase Tinggi
* Warga Tuntut Perbaikan Segera

SIGLI – Jembatan di Gampong Trueng Campli, Kecamatan Glumpang Baro yang menghubungkan dengan Gampong Pasi Lhok, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, ambruk disebabkan seringnya dilintasi truk pengangkut Galian C, dengan kapasitas angkut hingga belasan ton. Sehingga jembatan tersebut ambruk akibat tak mampu menahan beban.

“Kini, akses transportasi warga di dua kecamatan itu pun terancam lumpuh. Dan masyarakat terpaksa membangun jembatan darurat secara swadaya agar jembatan ini tetap bisa dilintasi,” kata Anggota DPRK Pidie, Fadli, Sabtu (15/4).

Ia mengatakan, pemberian izin bagi pengangkutan material Galian C dengan menggunakan truk bertonase tinggi, harus segera ditertibkan. Pemkab Pidie pun diminta tidak mengabaikan persoalan ini karena, sebelumnya sudah sering diprotes warga.

Namun, karena sektor tambang Galian C dan pengangkutan material ini memberi PAD cukup besar. Pemkab pun dinilai telah mengabaikan kemampuan kapasitas jalan. Sementara, permintaan warga untuk perbaikan atas sarana jalan dan jembatan yang rusak, sama sekali tidak menjadi perhatian Pemkab Pidie.

Menurut Fadli, ambruknya jembatan tersebut di lintasan Trueng Campli-Pasi Lhok ini sudah terjadi sejak lima bulan lalu. arus transportasi warga pun sempat terputus, hingga kemudian warga bahu-membahu membangun jembatan darurat, menggunakan material batang kepala, agar tetap bisa digunakan warga setempat. Kini, lantai jembatan itu pun sudah mulai lapuk dan banyak bagian yang patah, dan sangat mengancam keselamatan pelintas. Namun hingga saat ini, Pemkab belum juga memperbaiki sarana penyeberangan itu.

Masyarakat pun sangat kecewa dengan lambannya penanganan jembatan tersebut. Baik secara permanen maupun secara darurat, agar tidak mencelakai warga yang melintas jembatan itu. “Padahal, kerusakan jembatan ini menjadi tanggung jawab Pemkab Pidie yang dengan sembarangan memberi izin masuknya truk berbadan besar untuk mengangkut material Galian C di kawasan itu, dan telah menikmati PAD atas retribusi yang dikutip dari perusahaan yang mengambil untung dari proyek ini,” ungkapnya.

Fadli mengatakan, pihaknya telah mengusulkan penanganan jembatan itu melalui dana rehab rekons gempa yang terjadi tahun 2016. Sebab, jembatan itu terletak di jalur evakuasi gempa untuk masyarakat pesisir di Kecamatan Kembang Tanjong. Pembangunan jembatan ini, meunurutnya, satu paket dengan ruas jalan yang menjadi akses evakuasi bagi warga saat gempa atau bencana lainnya. Namun hingga saat ini belum jelas kapan akan diperbaiki.

Jika jembatan ini akan ditangani secara permanen dengan dana rehab-rekons tahun ini, ia mendesak pemerintah mengerjakan secepatnya, karena kondisi jembatan darurat sudah tidak layak lagi digunakan. Sehingga rawan memakan korban. “Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pidie harus bertanggungjawab terhadap ambruknya jembatan itu, dan kami minta segera dilakukan perbaikan sebelum jatuh korban dari pihak warga,” tegasnya.(naz) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id