Pencarian Korban Hilang Diseret Krueng Babahrot Terkendala Air Deras dan Keruh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pencarian Korban Hilang Diseret Krueng Babahrot Terkendala Air Deras dan Keruh

  • Reporter:
  • Sabtu, April 15, 2017
Pencarian Korban Hilang Diseret Krueng Babahrot Terkendala Air Deras dan Keruh
Foto Pencarian Korban Hilang Diseret Krueng Babahrot Terkendala Air Deras dan Keruh

URI.co.id, BLANGPIDIE – Pencarian terhadap Arief (21), pemuda Gampong Baroe, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), korban hilang diseret arus Krueng (sugai) Babahrot, Kecamatan Babahrot, Sabtu (15/4/2017) siang hingga Sabtu malam, belum ditemukan.

“Pencarian korban terkendala arus deras dan air sungai berwarna keruh sehingga sulit dilakukan penyelaman,” kata Amiruddin, Kepala BPBK (Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten) Abdya ketika dihubungi URI.co.id, Sabtu malam, ini.

Upaya pencarian dengan menyelam di kawasan Tuwi Sarah Bren, berjarak sekitar 1 km arah hulu sungai dari jembatan Babahrot, dihentikan sementara malam ini.

Di lokasi tetap bertahan masyarakat dan anggota keluarga korban serta puluhan petugas BPBK, Satgas SAR Abdya, dan sejumlah petugas SAR Meulaboh, Aceh Barat yang melakukan pencarian korban sejak Sabtu siang.

Amiruddin menyebutkan BPBK Abdya sudah memasang tenda sebagai posko pencarian korban. Tenda tersebut dipasang di tepi sungai Babahrot, tidak berapa jauh dari jembatan.

Tim pencari yang masih bertahan di lokasi, menurut Amiruddin terdiri dari 20 petugas BPBK, 10 petugas Satgas SAR Abdya dan 6 personel SAR Meulaboh serta puluhan warga dari Gampong Baroe, Kecamatan Jeumpa dan warga Desa Pantee Rakyat dan Pantee Cermin, Kecamatan Babahrot.

Tiga perahu karet masih siaga di lokasi. Meskipun tidak bisa melakukan penyelaman, menurut Amiruddin, petugas pencari tetap melakukan penyisiran sepanjang pinggiran sungai kawasan korban hilang diseret arus.

Seperti dilaporkan Camat Babahrot, Alharis bahwa berdasarkan ketengan diperoleh, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB.

Korban Arief bersama orangtuanya, Mustiari alias Mus Seudong dan tiga warga lainnya menuju kebun di hulu Krueng Babahrot melewati jalan setapak di pinggiran aliran sungai besar tersebut.

Informasi tentang seorang pemuda hilang ditelan arus sungai segera menyebar.

Camat Babahrot, Alharis bersama Danramil Babahrot menuju lokasi kejadian, termasuk warga Desa Pantee Rakyat, Pantee Cermin, termasuk dari Desa Cot Seumantok untuk melakukan pencarian dengan penyelaman, namun korban tidak berhasil ditemukan. (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id