Tujuh Remaja Ditangkap Polisi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tujuh Remaja Ditangkap Polisi

Tujuh Remaja Ditangkap Polisi
Foto Tujuh Remaja Ditangkap Polisi

* Balapan Saat Shalat Jumat

BANDA ACEH – Tujuh remaja yang melaksanakan balap-balapan saat orang sedang melaksanakan shalat Jumat, Jumat (14/) kemarin ‘dijaring’ tim Polsek Ulee Lheue dan Jaya Barau di Jalan Sultan Iskandar Muda, Gampong Cot Lamkeuweuh, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Kelompok remaja itu sering melaksanakan balapan liar seperti itu pada setiap hari Jumat, saat shalat itu berlangsung.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH melalui Kapolsek Ulee Lheue, AKP Elfutri mengatakan, penangkapan kelompok remaja pembalap setiap hari Jumat itu juga didukung tim Polsek Jaya Baru. Sebab, aksi remaja yang juga memakai peci itu selama ini sudah meresahkan warga.

“Balapan liar saat Jumatan itu sudah berlangsung lama sehingga sangat meresahkan warga,” ujar AKP Elfutri. Mereka yang berhasil ‘dijaring’ kemarin itu yaitu, enam di antaranya warga Gampong Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh. Keenamnya berinisial Fu (16), Te (14), Fa (18) Mu (17), Ar (17), Rz (15). Lalu seorang lainnya, Az (15) remaja Lambaro Angan.

“Selain mengamankan ketujuh pembalap, kami juga mengamankan empat unit sepeda motor yang telah dimodifikasi digunakan mereka itu,” ujar Kapolsek Ulee Lheue, seraya menyebutkan jenis kendaraan yang diamankan itu yakni, Mio BL 6612 AE, Supra Fit BL 3018 LAE, dan dua Honda Grand BL 5463 AL dan satu tanpa pelat.

Menurut AKP Elfutri, jumlah remaja kelompok balapan spesialis hari Jumat itu mencapai ratusan orang. Karena itu, jumlah personel polisi sedikit, sehingga lebih banyak pembalap itu yang berhasil kabur. Dijelaskan, petugas tidak ngotot mengejar mereka karena khawatir terjadi hal-hal yang tak diingini.

Ditegaskannya, operasi untuk menertibkan balapan liar seperti itu akan terus dilaksanakan, sehingga masyarakat yang melaksanakan shalat Jumat akan tenang dan nyaman.

Dijelaskan juga para remaja yang terjaring itu telah diserahkan pada orang tuanya. Namun, masih dikenakan wajib lapor. Dengan harapan orang tua harus mengawasi dan merasa bertanggungjawab terhadap anak-ananya. Sedangkan sepeda motor masih ditahan. Untuk mengambil kendaraan roda dua itu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Syarat Mengambil Sepmor
MENURUT Kapolsek Ulee Lheue, syarat-syara untuk dapat mengambil sepmor yang ditahan itu antara lain, adanya pernyataan dari remaja itu tidak ikut-ikutan balapan liar lagi disertai penyataan orang tuannya. Selain itu, surat pernyataan itu harus ditandatangani Camat, Kapolsek dan Danramil serta tandatangan kepala sekolah.

Selain itu, untuk kendaraan itu juga harus dilengkapi kembali spare part yang telah dicopot. Selain itu juga harus mengurus perpanjangan pajak serta wajib menyertakan BPKB. “Jika syarat-syarat itu tak dipenuhi maka, sepmor itu tak bisa diambil,” tegas AKP Elfutri.(mir) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id