14 Tahun Peluru Bersarang di Lengan T Ubat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

14 Tahun Peluru Bersarang di Lengan T Ubat

  • Reporter:
  • Sabtu, April 15, 2017
14 Tahun Peluru Bersarang di Lengan T Ubat
Foto 14 Tahun Peluru Bersarang di Lengan T Ubat

NAMANYA T Ubat (53), warga Lorong Masjid, Gampong Silolo, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan. Sekilas kondisi lelaki ini biasa saja. Namun banyak orang pasti tak menyangka di tubuh T Ubat terdapat sesuatu yang aneh. Lengan kirinya ternyata bersarang sebutir peluru.

“Waktu itu, almarhum anak saya T Hasan (12) meminta izin kepada saya untuk masuk GAM, dia berhenti sekolah dan berangkat ke gunung. Karena dia sudah terlibat GAM, oleh TNI saya juga dituduh melindungi GAM dan akhirnya saya juga ikut lari ke gunung. Saat kontak tembak dengan TNI di Gunung Silolo, anak saya meninggal dunia kena tembak dan saya mengalami luka tembak di bagian lengan kiri,” ungkap T Ubat kepada Serambi, Kamis (13/4) sore di rumahnya didampingi relawan LSM Acheh Future Community, Cut Ramadhiaty Tra dan mantan komandan marinir GAM Wilayah Lhok Tapaktuan, Agus alias Tgk Seurendet.

Luka tembak di lengan T Ubat tersebut bukan hanya membekas, namun juga meninggalkan peluru di dalamnya. Peluru yang sudah bersarang 14 tahun lamanya itu membuat dirinya tidak nyaman dalam beraktifitas. Sebab saat musim hujan lengan kirinya terasa sakit. “Saya sudah coba mengurus biaya operasi, namun karena terkesan dipersulit akhirnya saya urungkan niat untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di lengan kiri saya ini,” ujarnya.

T Ubat didampingi istri Nurmawati berharap perhatian dari Pemerintah Aceh untuk membantu biaya operasi pengangkatan peluru tersebut. “Kalau lagi petir kami gundah, karena kata orang, jika ada peluru yang bersarang ditubuh bisa disambar petir,” ungkap Nurmawati. Ia juga mengaku keluarganya luput dari perhatian pemerintah.

“Padahal untuk membuat proposal, saya upah sama orang, namun hasil usaha saya itu sia-sia. Buktinya sampai sekarang kami tidak mendapatkan bantuan sepeser pun dari Pemerintah Aceh,” tuturnya. Pantauan Serambi, T Ubat bersama anak dan istrinya masih tinggal di rumah tak layak huni berdinding papan dan seng bekas. Harapan mendapatkan rumah bantuan tampaknya tak kunjung terealisasi kendati proposal permohonan bantuan sudah beberapa kali diusulkan melalui mantan kombatan GAM yang ada di daerah itu.

“Sudah sering kami usulkan, tapi sampai saat ini tidak kunjung dapat. Padahal kesedihan di masa konflik cukup lengkap saya rasakan,” tambah Nurmawati. Kini Nurmawati bersama T Ubat menggantungkan harapan kepada Gubernur Aceh terpilih Irwandi Yusuf untuk memperhatikan nasib mereka. “Saya berharap kepada Bapak Irwandi Yusuf mau memperhatikan kami, sebab sudah belasan tahun Aceh damai, kami sama sekali belum tersentuh bantuan dari pemerintah,” ungkapnya.

Relawan LSM Acheh Future Community Cut Ramadhiaty Tra berjanji akan membantu seluruh biaya operasi T Ubat mulai dari keberangkatan hingga membawa pulang T Ubat kembali ke Silolo. Ia berupaya akan meminta bantuan kepada Irwandi Yusuf dan menyampaikan perihal yang dialami keluarga korban konflik Aceh ini.

“Kami akan bantu sampai beliau pulang ke rumah, menyangkut dengan bantuan rumah nanti kita coba sampaikan dulu sama Bapak Irwandi Yusuf,” katanya.(taufik zass) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id