Buruh Dodos Sawit Telantar di Terminal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Buruh Dodos Sawit Telantar di Terminal

Buruh Dodos Sawit Telantar di Terminal
Foto Buruh Dodos Sawit Telantar di Terminal

* Anak dan Perempuan Tidur di Lantai

SINGKIL – Puluhan buruh pendodos sawit bersama keluarganya terlantar di Terminal Gunung Meriah, Aceh Singkil. Kondisi itu menyebabkan sejumlah anak serta perempuan mulai diserang penyakit lantaran kedinginan akibat tidur di lantai terminal.

Buruh asal Siak, Pekan Baru yang berjumlah 46 jiwa itu telantar di terminal Gunung Meriah sejak tiga hari lalu setelah dipulangkan perusahaan kelapa sawit PT Runding Putra Persada (RPP) pada Rabu (12/4). Untuk bertahan hidup, mereka kini mengandalkan bantuan makanan dari Pemkab Aceh Singkil.

Yaaro Laia, perwakilan buruh mengatakan pihaknya tidak bersedia pulang sebelum perusahaan memenuhi tuntutan mereka. Antara lain membebaskan salah satu rekan mereka yang ditahan polisi saat terjadi keributan di perusahaan. “Kami minta PT RPP juga memberi ongkos pulang, tidak mengantar dengan mobil. Nanti tidak sampai ke tempat kami terlantar lagi,” kata Yaaro.

Pihak PT RPP saat didatangi belasan anggota DPRK Aceh Singkil, Kamis (13/4) lalu menjelaskan, sebelum mengatar buruh ke terminal Gunung Meriah, terlebih dahulu perusahaan sudah memberi peringatan agar buruh bekerja sesuai aturan yang ada di perusahaan. Namun, malah para buruh tidak masuk kerja dan terjadi keributan dengan pihak pengamanan perusahaan. Perusahaan mengklaim telah memenuhi hak buruh termasuk memberi ongkos pulang senilai Rp 250.000. “Kami sudah imbau kasih waktu. Kami sudah berikan toleransi peringatan. Semua haknya sudah dibayar seperti gaji,” kata Humas PT RPP Jeffry.

Anggota DPRK Aceh Singkil dalam pertemuan Kami lalu mendesak perusahaan segera memulangkan buruh ke tempat asalnya. “Saya tidak mau tahu, 1×24 jam mereka sudah tidak ada di terminal lagi. Kalau tidak nanti panjang urusannya,” tegas Yulihardin, wakil ketua DPRK Aceh Singkil. Para anggota dewan yang datang ke PT RPP bersama Kadis Tenaga Kerja Jaruddin dan Kadis Perkebunan Abd Haris mencercar alasan perusahaan memulangkan buruh. Mereka juga mempertanyakan alasan mendatangkan buruh dari luar, padahal tenaga kerja masih banyak di kabupaten itu.

Sayangya jawaban pihak RPP malah membuat wakil rakyat berang. Terutama ketika mengetahui buruh yang diberhentikan hingga telantar di terminal Gunung Meriah, sama sekali tidak ada kontrak kerja. “Jawab saja yang kami tanya jangan berbelit. Kami bukan orang bodoh jangan dibodoh-bodohi,” ujar Juliadi, anggota DPRK Aceh Singkil.

Sementara itu pada Kamis malam perusahaan diketahui mengirim mobil untuk memulangkan buruh dari terminal Gunung Meriah. Namun ditolak para buruh dengan alasan perusahaan harus memenuhi terlebih dahulu tuntutan mereka.(de)

tuntutan buruh

* Membebaskan salah satu rekan mereka yang ditahan polisi saat terjadi keributan di perusahaan
* PT RPP diminta memberi ongkos pulang, tidak mengantar dengan mobil
* Buruh yang berjumlah 46 jiwa bertahan dengan mengandalkan bantuan makanan dari Pemkab Aceh Singkil
* Sejumlah anak serta perempuan mulai diserang penyakit lantaran kedinginan akibat tidur di lantai terminal (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id