Material Banjir Masih Berserakan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Material Banjir Masih Berserakan

Material Banjir Masih Berserakan
Foto Material Banjir Masih Berserakan

* Penanganan Dinilai Lamban

KUTACANE – Material bawaan banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Lawe Sigala-gala dan Semadan, Aceh Tenggara (Agara) masih berserakan. Penanganan menanggulangan banjir dinilai masih lamban, terutama untuk membersihkan lumpur dan bebatuan dari rumah, jalan dan hal lainnya.

Dilaporkan, bebatuan dan kayu gelondongan dari kawasan perbukitan yang ditebang untuk area pertanian atau perkebunan belum juga dibersihkan. Anggota DPRK Aceh Tenggara, Hasudungan alias Timbul Ganda, Kamis (13/4) mengaku kecewa dengan kinerja BPBD Agara yang lamban menangani para korban banjir yang terjadi pada Selasa (11/4) sore.

“Banjir sudah beberapa hari, tetapi kayu gelondongan, bebatuan dan lumpur masih berserakan di rumah, jalan nasional dan juga saluran parit,” ujarnya. Dia berharap, pihak terkait harus segera membersihkan material banjir, karena bisa menimbulkan penyakit.

Dia menyatakan Pemkab Agara memiliki banyak dump truk seperti di BPBD, Dinas Kebersihan dan BMCK yang seharusnya bisa digunakan untuk membuang material banjir. Disebutkan, para korban banjir juga mengalami masalah sarana air bersih dan toilet yang tidak ada di posko pengungsian, sehingga harus menumpang di tempat lain.

Hal senada juga diutarakan Gabe Martua Tambunan, anggota DPRK Agara yang juga ikut menjadi korban banjir. Menurut dia, Pemkab Agara tidak serius menangani bencana, apalagi bupati dan wakil bupati berada di luar daerah, serta Sekda tidak bisa dihubungi. “Kami minta BPBA, Dinas Sosial Aceh dan Gubernur Aceh meninjau korban banjir di dua kecamatan ini,” harapnya.

Sedangkan memasuki hari keempat musibah banjir bandang di Kecamatan Lawe Sigala-gala dan Suka Makmur, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara, penanganan korban banjir bandang dinilai lamban. Buktinya, fasilitas yang diberikan kepada korban bencana alam banjir bandang itu hanya tersedia tenda, dapur makan, bantuan masa panik.

Sementara itu, air bersih dan MCK tidak disediakan di posko-posko pengungsian, dan kayu gelondongan, bebatuan dan lumpur masih menumpuk pada hari ke empat, Jumat (14/4). Korban banjir di Lawe Tua, Robby, kepada Serambi, Jumat (14/4) mengatakan untuk mengambil air bersih dan buang harus menumpang ke tempat lain.

Menanggapi hal itu, Sekretaris BPBD Kutacane, M Nur Hasan Bangko mengatakan telah mendirikan satu WC darurat di Kayu Mbelin dan mengupayakan air bersih bagi korban banjir di Lawe Sigala-gala. Dia mengaku tidak tahu dana tanggapan darurat 2016/2017, kemungkinan berada di pimpinan.

Sekda Agara, Gani Suhud yang dimintai tanggapan secara terpisah menyatakan bebatuan dan kayu gelondongan akan segera dibersihkan. Dia menegaskan telah memerintahkan BPBD dan dinas terkait untuk segera mendirikan toilet dan sarana air bersih. “Kita telah siapkan dapur umum di posko pengungsian Lawe Tua dan belakang Puskesmas Lawe Sigala-gala,” katanya.

Bahkan, Wakapolres Agara, Kompol Imam Asfali mengatakan personel polisi bersama TNI siap mengangkut kayu gelondongan dan bebatuan bawaan banjir bandang. Tetapi, sebutnya, lokasi pembuangan dan dump truk yang belum ada.

TNI Tambah 409 Anggota
TNI terus membantu memulihkan dan membantu kawasan banjir di Aceh Tenggara denganmengerahkan sebanyak 409 orang. Mereka terdiri dari 50 Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-98, 200 personil Kodim 0108 Agara bersama 34 personil Kompi A Yonif 114 SM Lawe Sigala-gala serta 125 dari Batalyon 114 Bener Meriah dikerahkan ke Lawe Sigala-gala dan Suka Makmur.

Dandim Agara, Letkol Kav Joni Hariadi, Kasdim Mayor Kav Widi Widayat, Pasi Ops, Lettu R Batubara meninjau lokasi banjir pada Kamis (13/4). Kasdim Mayor Kav Widi Widayat kepada Serambi mengatakan personil TNI akan terus membantu membersihkan rumah korban banjir dari lumpur, bebatuan dan kayu gelondongan. Dikatakan, barang milik korban yang masih bisa dipakai juga dipindahkan ke tempat lebih aman.

 Hari Ini, Mensos Kunjungi Agara
Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa dan rombongan dijadwalkan meninjau korban banjir bandang di Suka Makmur, Kecamatan Semadam dan Lawe Sigala-gala, pada Sabtu (15/4) pagi. Direncanakn, Mensos akan meninjau lokasi banjir seusai menumpang pesawat cateran dari Bandara Kuala Namu pukul 09.00 WIB pagi dan tiba pukul 10.00 WIB pagi di Bandara Alas Leuser Kutacane.

Hal itu dikatakan oleh anggota Komisi V DPR-RI, M Salim Fakhri SE melalui telepon seular ke Serambi, Jumat (14/4). Dia mengaku sedang dalam perjalanan darat dari Medan ke Kutacane bersama Wabup Agara, Ali Basrah SPd MM dan Dirjen Pemukiman Penduduk, Cipta Karya, Balai Sungai dan Balai Jalan Nasional Jembatan Wilayah Aceh.

Polisi Kerahkan 465 Personil

Polres Agara mengerahkan sebanyak 465 personil kepolisian untuk membantu korban banjir bandang di dua kecamatan tersebut. Kapolres Agara, AKBP Edi Bastari, Kamis (13/4) mengatakan dari Polres Agara sebanyak 385 orang, 60 Brimob Polda Sumatera Utara dan 20 Polda Aceh.

Dia menjelaskan personilis tersebut untuk membantu korban banjir bandang di Kecamatan Semadam dan Lawe Sigala-gala, termasuk membersihkan material bawaan banjir bandang yang menimbun rumah warga dan fasilitas lainnya. Dikatakan, tim misi kemanusiaan ini dilepas dalam apel gabungan di Mapolres Agara.(as)

persoalan banjir
* Bantuan masih minim
* Material masih berserakan
* Di rumah, jalan dan parit
* Kesulitan air bersih
* Toilet juga tidak ada
* Dana tanggap darurat tak ada
* BPBD tangani seadanya (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id