Banjir Rendam 12 Desa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Banjir Rendam 12 Desa

Banjir Rendam 12 Desa
Foto Banjir Rendam 12 Desa

LHOKSUKON – Banjir kembali merendam dua kecamatan di Aceh Utara yaitu Matangkuli dan Geureudong Pase, dalam dua hari terakhir. Di Matangkuli, sebanyak 12 desa terendam sejak Kamis (13/4) pagi dan hingga Jumat (14/4) sore belum surut. Sementara di Geureudong Pase, belasan hektare kebun yang ditanami palawaji sampai kemarin masih tergenang.

Di Matangkuli, banjir terjadi akibat meluapnya air Krueng Keureutoe yang mengelilingi kecamatan itu. Luapan tersebut terjadi karena sungai yang tak memiliki tanggul hingga tak mampu menampung air akibat hujan deras di kawasan Bener Meriah pada Rabu (12/4) malam.

Amatan Serambi, 12 desa yang masih terendam banjir yaitu Alue Ntok, Tanjong Tgk Kari, Teungoh Seuleumak, Tumpok Barat, Hagu, Alue Tho, Siren, Lawang, Cibrek, dan Tanjong Haji Muda, Meunasah Mee, dan Meunasah Meuria. Banjir terparah melanda Desa Hagu, Alue Tho, Siren, dan Lawang, dengan ketinggian air di jalan mencapai satu meter lebih.

Bahkan, di lokasi tertentu ketinggian air setinggi pinggang orang dewasa.

Akibatnya, jalan itu tak bisa dilewati oleh mobil dan sepeda motor. Warga yang berpergian harus mengarungi banjir. “Air mulai masuk ke rumah kami pada Kamis (13/4) pagi,” ujar Keuchik Hagu, M Nasir kepada Serambi, kemarin.

Menurutnya, sebagian warga tadi pagi (kemarin-red) sudah mulai mengungsi ke rumah familinya. Sebab, ketinggian air terus bertambah. “Meski tadi siang banjir mulai surut, tapi biasanya dua sampai tiga hari baru kering total. Jika air Krueng Keureutoe masih penuh, banjir belum surut,” ujar M Nasir. Dikatakan, perabotan dan barang elektronik milik warga yang tak sempat dipindah ikut rusak.

Karena itu, ia berharap Pemkab Aceh Utara segera menormalisasikan sungai di kawasan itu dan membangun tanggul. Jika hal itu tak dilakukan, wilayah Matangkuli dan sekitarnya akan terus direndam banjir.

Sementara di Kecamatan Geureudong Pase, hingga Jumat (14/4) belasan hektare kebun yang ditanami palawaji masih tergenang. Luapan itu terjadi akibat meluapnya air Krueng Pase.

“Jalan juga sempat tergenang, sehingga tak bisa dilintasi. Tapi, tadi pagi sudah mulaui surut, hanya di kebun di Desa Rayeuk Jawa, Darussalam, dan Desa Alue Awe yang masih terendam,” katanya.(jaf) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id