Stok Darah Kurang di RSUD Tamiang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Stok Darah Kurang di RSUD Tamiang

Stok Darah Kurang di RSUD Tamiang
Foto Stok Darah Kurang di RSUD Tamiang

* Butuh 100 Kantong Setiap Bulan

KUALASIMPANG-RSUD Aceh Tamiang kekurangan stok darah. Kondisi itu disebabkan semakin meningkatnya pasien yang berobat di rumah sakit tersebut membutuhkan darah. Kebutuhan ideal darah untuk RSUD Tamiang sebanyak 100 kantong setiap bulannya.

Direktur RSUD Aceh Tamiang, Ibnu Azis kepada Serambi, Jumat (14/4) mengatakan, kebutuhan darah di RSUD Aceh Tamiang semakin meningkat, seiring bertambah banyak pasien yang berobat ke rumah sakiit itu. Yaknij, rata-rata setiap bulan membutuhkan 100 kantong darah, namun belum terpenuhi.

“Kalau untuk kebutuhan darurat seperti pasien kecelakaan, melahirkan tetap tersedia sekitar 20 kantong darah dari semua golongan setiap harinya,” ujar Ibnu Azis.

Untuk kemarin, Jumat (14/4) darah yang tersedia golongan O sebanyak 11 kantong, golongan AB sebanyak lima kantong, sementara a dan b masing-masing tiga kantong. “Memang rata-rata kebutuhan 100 kantong ini jarang tercapai,” ujar Azis

Untuk menyiasati kebutuhan darah di RSU yang dipimpinnya itu, Direktur RSUD Tamiang mengaku melakukan sistem jemput bola. Setiap minggu, tepatnya pada hari Jumat, tim Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Tamiang mendatangi masjid yang ada di desa-desa di Tamiang, lalu menggelar donor darah untuk jamaah usai salat jumat.

Selain itu, menyurati perusahaan dan kantor pemerintahan yang ada di Aceh Tamiang agar karyawannya melakukan donor darah. “Besok kami donor darah denga karyawan salah satu perusahaan perkebunan di Kecamatan Sungai Liput. Mudah-mudahan kekurangan stok darah dapat teratasi,” ujarnya.

Strategi lainnya, bagi pasien rawat inap yang tidak darurat yang membutuhkan darah, setelah menggunakan darah dari UTD, diminta mengganti darah tersebut dengan cara anggota keluarganya mendonor, sehingga stok darah tetap terjaga. “Cara ini dilakukan semat-mata untuk memenuhi kebutuhan darah di RSUD Aceh Tamiang,” ujarnya.

Ia menambahkan, sampai saat ini stok darah di RSUD Tamiang tidak pernah kosong sama sekali, dan untuk kebutuhan darurat tetap ada.

Pihaknya berharap, semakin banyak warga Aceh Tamiang yang melakukan donor darah di UTD RSUD Aceh Tamiang guna membantu sesama yang membutuhkannya. “Donor darah juga bermanfaat untuk kesehatan si pendonor sendiri,” terangnya.

Mendata Pendonor
Seorang relawan pendonor darah, Bambang Antariksa mengatakan, manajemen pengelolaan kebutuhan darah di semua darah di Aceh, khusunya di Aceh Tamiang harus dikelola dengan baik. Setiap daerah harus mempunyai data base para pendonor darah terbaru setiap harinya, sehingga dapat diprediksi secara pasti orang yang akan mendonor dan golongan darah apa.

Selain itu, harus diciptakan kelompok-kelompok relawan pendonor darah di Aceh Tamiang, sehingga kebutuhan darah di daerah itu terdata dengan baik. “Kalau manajemen ini dapat dikelola dengan baik, mudah-mudahan kebutuhan darah di RSUD Tamiang teratasi,” ujar Bambang.(md) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id