Lemah, Mitigasi Bencana di Agara | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Lemah, Mitigasi Bencana di Agara

Lemah, Mitigasi Bencana di Agara
Foto Lemah, Mitigasi Bencana di Agara

BANDA ACEH – Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, Muhammad Nur mengatakan, banjir bandang di Aceh Tenggara (Agara), Selasa (11/4) sore diakibatkan lemahnya mitigasi (upaya untuk mengurasi risiko) bencana dari pemerintah setempat. Seharunsya pemerintah bersama pihak terkait aktif melakukan mitigasi mengingat daerah itu rawan bencana.

“Bencana banjir bandang yang melanda Aceh Tenggara merupakan akumulasi dari enam faktor yang bisa dipetakan secara cepat. Di antaranya tingkat curah hujan yang tinggi, topografris, illegal logging dan pembukaan lahan yang mengakibatkan bencana ekologis setiap tahun di wilayah itu,” katanya kepada Serambi, Rabu (12/4).

Berdasarkan data Walhi Aceh, sampai akhir 2013, kerugian akibat bencana banjir di Agara mencapai Rp 9 miliar lebih dari 82 kejadian banjir dan banjir bandang. Total kerugian tersebut dihitung berdasarkan jumlah dampak dan korban, seperti dampak terhadap sarana dan prasarana dan korban jiwa yang mencapai 86 orang.

Muhammad Nur menyatakan, faktor banjir tidak semata-mata akibat dari illegal loging, tetapi juga tingginya curah hujan. Bila dilihat dari luasan potensi banjir di Agara, Kecamatan Lawe Sigala-gala masuk dalam kategori wilayah tinggi terkena banjir. Kecamatan ini memiliki 123 hektare wilayah potensi banjir kategori rendah, 48 hektare kategori sedang, serta 2.990 hektare kategori tinggi. Total keseluruhan luas kawasan potensi banjir 3.161 hektare dengan total 48 desa yang akan berdampak.

“Peta daerah rawan bencana yang sudah dihasilkan oleh lembaga teknis pemerintah maupun hasil kajian parapihak nonpemerintah harusnya menjadi pertimbangan untuk memperkuat program mitigasi bencana di Aceh Tenggara, sehingga berbagai upaya dapat disiapkan sejak dini,” ulasnya.

Direktur Walhi Aceh ini berpendapat, bencana ekologis tidak akan berkurang jika pemerintah masih saja mengabaikan upaya-upaya mitigasi bencana dan membendung laju deforestasi hutan dan lahan. Karena itu, banjir bandang yang terjadi saat ini harus mendapatkan respons cepat dari pemerintah dan semua pihak terkait.(mas) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id