Mursil, ‘Penyalip’ di Tikungan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mursil, ‘Penyalip’ di Tikungan

Mursil, ‘Penyalip’ di Tikungan
Foto Mursil, ‘Penyalip’ di Tikungan

PASANGAN calon bupati/wakil bupati Aceh Tamiang, Mursil SH MKn dan T Insyafuddin ST secara resmi sudah ditetapkan oleh KIP Aceh Tamiang sebagai peraih suara terbanyak. Dia mengalahkan empat pasangan calon lainnya dalam Pilkada Aceh Tamiang yang digelar 15 Februari lalu. Dari rekapitulasi suara yang dilakukan KIP Aceh Tamiang, Rabu 22 Februari 2017, pasangan Mursil dan T Insyafuddin yang disingkat ‘Bermutu’ ini meraih suara terbanyak dari warga yang menggunakan hak pilih di Aceh Tamiang sebanyak 121.563 pemilih. Pasangan ini meraih 39.607 suara atau 32,5 persen dari total suara sah. Sementara empat pasangan calon bupati/wakil bupati lainnya, masing-masing Ir Rusman dan Muhammad Ichsan, memperoleh 29.683 suara, H Hamdan Sati ST dan Izwardi SIP 33.137 suara, Drs Iskandar Zulkarnain MAP dan Drs Ahmad Asadi 6.051 suara, dan pasangan Lukmanul Hakim dan Abdul Manaf 13.085 suara.

Kemenangan pasangan ‘Bermutu’ tidak pernah diduga sebelumnya. Pasangan ini menjadi kuda hitam di tengah persaingan ketat dua kandidat bupati/wakil bupati Aceh Tamiang yang menghiasi pembicaraan khalayak ramai, yakni Ir Rusman-Muhammad Ichsan yang dikenal dengan singkatan ‘RI’ dan pasangan petahana Hamdan Sati-Izwardi yang dikenal dengan singkatan ‘HI’.

Rusman adalah Ketua DPRK Aceh Tamiang yang kemudian mengundurkan diri saat mendaftar menjadi calon bupati. Dia politisi Partai Aceh yang tergolong populer dan akrab dengan kalangan bawah. Sementara Hamdan Sati merupakan petahana sekaligus pengusaha yang punya ribuan karyawan di Tamiang. Praktis, kedua mereka adalah calon-calon yang diunggulkan dalam peta pertarungan pilkada kali ini.

Akan tetapi, nasib ternyata berpihak pada Mursil, pendatang baru yang selama ini tak pernah berkecimpung dalam dunia politik praktis. Ternyata dia punya strategi senyap dan mampu ‘menjungkal’ dua kandidat papan atas di Tamiang yang mempunyai kans besar memenangi pertarungan perebutan tampuk orang nomor satu di Aceh Tamiang dengan raihan suara terbanyak, sementara petahana harus puas diselisih angka 6.000 lebih.

Mursil kepada Serambi mengatakan, raihan suara terbanyak yang diraihnya tidak lepas dengan slogan kesederhanaan yang ia usung saat berkampanye dan blusukan ke gampong-gampong. Dia hilir-mudik masuk-keluar gampong dengan hanya menggunakan dua mobil yang di dalamnya standby loudspeaker. Di mana ada orang berkumpul, Mursil singgah dan menyapa warga. “Konsep Presiden Jokowi blusukan dan kesederhanaan benar-benar saya terapkan,” ujarnya.

Mantan kepala kanwil Badan Pertanahan Nasional Aceh ini memahami betul adanya kejenuhan warga dengan ‘kemewahan’. Dia bersaing dengan puluhan jumlah mobil milik rombongan kandidat lain yang keluar-masuk kampung. “Kami door to door menjumpai warga di kampung menggunakan sepeda motor,” katanya.

Begitu juga dalam berkampanye, pria kelahiran 58 tahun silam ini mengaku tidak pernah menjelek-jelekkan kandidat lain. Dia hanya menyampaikan visi-misi yang pro-rakyat kepada warga. Jika kandidat lain sibuk merangkul datok penghulu (kepala desa), sebaliknya, suami dari Rita Sintia ini merangkul tok imam (imam desa) dan bilal mayat, sesuatu yang tidak pernah dipikirkan oleh kandidat lainnya. “Ada tok imam dan bilal mayat yang berlinang air mata saat saya menjumpai mereka di rumahnya dan saya menawarkan perhatian lebih kepada mereka jika terpilih sebagai calon bupati/wakil bupati Aceh Tamiang,” ujarnya mengenang.

Setelah ditetapkan sebagai pemenang pilkada Tamiang, ayah dari lima putra-putri ini mengajak semua elemen warga di Tamiang untuk secara bersama-sama dan bahu membahu membangun Kabupaten Aceh Tamiang yang lebih baik. “Agar Aceh Tamiang sejajar dan maju bersama-sama dengan daerah lain di Indonesia,” demikian Mursil.(md) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id