Mahasiswa Aceh Utara Demo DPRA | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mahasiswa Aceh Utara Demo DPRA

Mahasiswa Aceh Utara Demo DPRA
Foto Mahasiswa Aceh Utara Demo DPRA

* Minta Kampus Akkes tak Ditutup

BANDA ACEH – Puluhan mahasiswa dari Akademi Kesehatan (Akkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara bersama Ikatan Lembaga Mahasiswa Keperawatan Aceh (Ilmaka) melancarkan demo di depan Gedung DPRA, Rabu (12/4). Mereka berharap anggota dewan bersikap atas kebijakan Pemkab Aceh Utara yang akan menutup kampus tersebut setelah mahasiswa yang ada saat ini selesai pendidikannya.

Para mahasiswa itu datang langsung dari Aceh Utara untuk menyampaikan aspirasinya. Dalam aksi itu, mereka turut membawa spanduk dan karton yang bertuliskan penolakan atas kebijakan pemerintah yang menutup kampus Akkes Pemkab Aceh Utara. Aksi tersebut turut dikawal oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan pihak kepolisian.

“Kami memohon DPRA untuk proaktif menolak keputusan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara yang akan menutup atau menjadikan Akademi Kesehatan Pemkab Aceh Utara sebagai UPTD Dinas Kesehatan,” kata Koordinator Lapangan, Said Muhammad. Ia juga meminta wakil rakyat itu mendesak DPRK Aceh Utara membentuk panitia khusus (pansus) guna menyelesaikan permasalahan itu secepatnya.

Keberadaan Akkes tersebut, ujar Said, perlu diselamatkan karena banyak peminat dan sebagai kampus kesehatan milik pemerintah yang tertua di Aceh Utara dan Lhokseumawe. “Kami memohon Pemerintah Aceh terlibat secara aktif dalam penyelesaian permasalahan di Akkes. Kami juga memohon DPRA dapat menjamin keberlangsungan Akkes sebagai lembaga pendidikan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Setelah beberapa saat melakukan aksi, para pendemo disambut oleh Ketua Komisi VI DPRA Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan, Iskandar Daod bersama beberapa anggota komisi serta Sekwan, A Hamid Zain. Saat bertemu pendemo, Iskandar meminta beberapa delegasi mahasiswa untuk membicarakan persoalan kampus Akkes itu di ruang komisi.

Sebelumnya diberitakan, Akkes Pemkab Aceh Utara mulai tahun ini tidak lagi menerima mahasiswa. Proses perkuliahan di kampus tersebut hanya akan berlangsung sekitar dua tahun lagi, sampai mahasiswa yang ada saat ini menyelesaikan pendidikannya. Akademi tersebut lalu dijadikan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kesehatan.

Iskandar Daod mengatakan, pihaknya sepakat dengan tuntutan mahasiswa yang menolak penutupan kampus itu. Ia juga memastikan mahasiswa akademisi tersebut tidak putus sekolah akibat kebijakan itu. “Penutupan bukan satu solusi. Kami akan mencari sebuah solusi. Tentu janji ini akan kami tunaikan semampu kami. Tidak boleh ada penutupan, yang sudah ada harus dipertahankan,” ujarnya.

Iskandar saat diwawancarai mengaku memang hampir semua kampus kesehatan di seluruh Indonesia bermasalah jika mengacu Undang-Undang Dikti. Tapi, katanya, khusus untuk Aceh pihaknya akan mencari solusi agar tidak ditutup. Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan panggil berbagai pihak untuk mencari jalan keluar agar kampus kesehatan di Aceh tidak jadi ditutup.(mas) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id