Tiga Bangun Hangus | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tiga Bangun Hangus

Tiga Bangun Hangus
Foto Tiga Bangun Hangus

* Kebakarean di Pulau Sarok

SINGKIL-Kebakaran menghanguskan tiga unit bangunan di kawasan pelabuhan feri Singkil, Pulau Sarok, Aceh Singkil, Selasa (11/4) malam. Masing-masing dua unit warung berkontruksi kayu sekaligus menjadi tempat tinggal, serta satu unit rumah dinas PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Singkil, yang posisinya bersebelahan.

Berdasarkan informasi kebakaran diketahui sekitar pukul 21.15 WIB, ketika kobaran api sudah membesar. Api diduga berasal dari arah rumah yang dihuni Gadis alias Afnah. Kemudian merembet ke warung milik Afnizar, dan warung Ermawati.

“Jumlah bangunan yang terbakar tiga unit. Masing-masing dihuni Afnizar, Ermawati, dan Afnah,” kata Camat Singkil, Riky Yodiska.

Sebelum kejadian warga yang berada di warung sempat mencium bau hangus. Namun, tidak merasa curiga terjadi kebakaran. Saksi mata baru mengetahui kebakaran ketika si jago merah tiba-tiba menyambar dinding warung Afnizar yang lokasinya berdekatan dengan tempat tinggal Afnah.

Api berhasil dipadamkan setelah mobil pemadam kebakaran bersama warga berjibaku menjinakan amukan si jago merah selama satu jam. Sehingga tidak menjalar ke bangunan lain yang lokasinya berdekatan.

Pagi masih gelap hujan mengucur deras. Perempuan paruh baya itu mengangkat satu persatu puing-puing sisa kebakaran yang menghanguskan warung tempatnya berjualan di pelabuhan feri Singkil, di Pulau Sarok, Aceh Singkil, Rabu (12/4).

Afnizar nama janda lima anak ini. Ia berharap dari balik tumpukan arang bisa menemukan uang yang diperolehnya dengan cara meminjam. Sayang harapanya pupus sudah, uang untuk membeli steling itu tak ditemukan lagi, lantaran turut menjadi abu saat si jago merah mengamuk, Selasa (11/4) malam, sekira pukul 21.15 WIB.

Akan tetapi seolah tak mau menyerah pada kenyataan. Ia tetap basah-basahan mengorek puing-puing sisa kebakaran hingga tanggannya menghitam. Perempuan yang sehari-hari dipanggil Bunda tersebut sudah menyadari barang yang berhasil diselamatkannya hanya baju di badan serta kulkas dan steling yang hendak dibelinya. “Uang saya Rp 5 juta untuk bayar steling habis terbakar, buku tabungan juga terbakar,” kata kader PDI Perjuangan tersebut sambil mengusap air mata.

Perempuan berusia 55 tahun itu hanya bisa pasrah jika penjual akan mengambil kembali steling. Sebab, uang untuk membeli steling tidak lagi tersedia. Maklum hanya itulah tumpuan hidup mencari nafkah untuk kelima anaknya.

“Kakak saya sangat terpukul, sebab hanya warung itulah untuk menghidupi lima anaknya. Uangnya yang terbakar hasil pinjaman untuk bayar steling,” ujar Taufik adik kandung Afnizar.

Saat kebakaran Afnizar, mengaku sudah tertidur. Ia terbangun ketika mendengar teriakan warga di luar. Kondisi itu menyebabkan harta bendanya lambat diselematkan.(dede rosadi) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id