Memberantas Kejahatan Nyata di Depan Mata | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Memberantas Kejahatan Nyata di Depan Mata

Memberantas Kejahatan Nyata di Depan Mata
Foto Memberantas Kejahatan Nyata di Depan Mata

Pungutan liar yang selama ini dilakukan para oknum aparatur pemerintah satu persatu terungkap. Dan, seperti disinyalir sebelumnya bahwa pungli itu memang terbukti ada di mana-mana. Mulai dari jalanan, sekolah-sekolah, kantor keuchik, kecamatan, instansi tingkat kabupaten, kota, provinsi, hingga pusat. Di Aceh saja, dalam tiga bulan terakhir ada 18 kasus pungli di berbagai instansi yang sudah tertangkap tangan para pelakunya. Jika, kinerja Saber Pungli bisa ditingkatkan lagi, mungkin jumlah kasus dan pelaku punglinya bisa lebih banyak lagi yang tertangkap.

Kasus terbaru yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Punggutan Liar (Satgas Saber Pungli) Aceh Barat adalah penangkapan Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdinkes) Aceh Barat, Arbi Fadhillah (52). Dalam OTT, Senin (10/4) siang di Meulaboh, tim juga menyita barang bukti (BB) uang Rp 19 juta yang diduga diterima tersangka dari sejumlah bidan pegawai tidak tetap (PTT) yang berharap diuruskan menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Arbi yang merupakan tersangka pertama kasus pungli di Aceh Barat langsung diserahkan ke polisi dan ditahan. Atas perbuatannya itu, Arbi akan dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang ancaman hukumannya 4 hingga 20 tahun penjara.

Ketua Satgas Saber Pungli Aceh, Kombes Pol Darmawan Sutawijaya menyatakan, sejak dibentuknya satgas saber pungli tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Aceh, sudah 18 kasus berhasil diungkap melalui OTT. “Kita akan terus ungkap dan bongkar kasus-kasus dugaan pungli di Aceh.”

Karenanya, Kepala Ombudsman RI Provinsi Aceh, Dr Taqwaddin SH MH yang juga Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pencegahan Satgas Saber Pungli Aceh mengingatkan, “Setiap ASN harus mampu menahan diri untuk tak melakukan pungli.”

Sebab, Satgas Saber Pungli Aceh berkomitmen kuat untuk memberantas pungli dalam segala sektor dan sekecil apapun. Sebab, pungli adalah perbuatan yang nyata-nyata dan langsung menimbulkan kerugian pada rakyat. “Dan, ini menjadi salah satu faktor penghambat upaya pencapaian kesejahteraan rakyat, sekaligus mempersulit investasi dan iklim pertumbuhan ekonomi.”

Taqwaddin mengaku sudah banyak mendapat laporan masyarakat tentang adanya pungli di berbagai daerah dan instansi. Di antara laporan yang masuk terkait pungli adalah terkait dana desa, sektor perizinan, proses kepegawaian, dan pemerimaan murid baru merupakan titik-titik rawan pungli yang sudah terdeteksi oleh Satgas Saber Pungli Aceh.

Terbongkarnya kasus-kasus pungutan liar itu hendaknya juga menyadarkan masyarakat untuk tidak gampang menyuap sekaligus berani bertanya setiap kali ada yang minta setoran, apakah itu di jalan, di kantoran, atau mungkin juga yang datang ke rumah. Sebab, ketidakberanian atau sikap cuek masyarakat terhadap pungutan liar justru akan membuat kejahatan itu semakin merajalela.

Oleh karenanya, selain mendorong semua kabupaten/kota di Aceh untuk segera mengaktifkan Saber Punglinya, kita juga mengingatkan masyarakat untuk berani mempersoalkan setiap ada pungutan yang dianggap liar. (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id