Meninggal Dibacok, Muzakir Tinggalkan Istri Hamil Lima Bulan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Meninggal Dibacok, Muzakir Tinggalkan Istri Hamil Lima Bulan

Meninggal Dibacok, Muzakir Tinggalkan Istri Hamil Lima Bulan
Foto Meninggal Dibacok, Muzakir Tinggalkan Istri Hamil Lima Bulan

URI.co.id, LANGSA — ‎Kasus kematian Muzakir (38), warga Gampong Blang Bitra, Pereulak Kota, Aceh Timur pada Rabu (12/4/2017) pagi meninggalkan duka mendalam keluarganya.

Muzakir meninggalkan seorang istri, Nurul Aswat (27) yang sedang mengandung ‎5 bulan. Mereka menikah baru berapa bulan lalu pada tahun 2016.

(BACA JUGA: Dibacok, Warga Peureulak Meninggal dalam Perjalanan ke RSUD Langsa)  

Selama ini pasangan baru menikah itu tinggal di rumah orang tua istrinya, Mursyid mantan anggota DPRK Langsa, di Gampong Sungai Paoh Pusaka, Kecamatan Langsa Barat.

“Baro dua uro awaknya dimagun dan tinggai di rumoh dro, (baru dua hari mereka masak dan tinggal di rumahnya sendiri),” ujar ayah istri korban, Mursyid kepada URI.co.id.

Menurut Mursyid, rumah Muzakir dan Nurul Aswat, baru saja selesai dibangun persisnya berada di belakang rumah Mursyid. Muzakir membididayakan udang di tambak sebelah rumah mereka.

Sebelum kejadian atau Selasa (11/4/2017) sore Muzakir dan Nurul Aswat, pamit kepada Mursyid untuk pulang ke Gampong Blang Bitra, Pereulak Kota untuk menjenguk ibunya di sana.

Namun betapa terkejutnya Mursyid, tadi pagi dia mendapat kabar suami anak perempuanya itu (Muzakir-red) sudah meninggal akibat dibacok pelaku, diwarkop tidak jauh dari rumah ibu Muzakir.

“Perbuatan pelaku sangat keji dan biadap, apalagi Muzakir dibacoknya dari belakang, sehingga dia tidak sempat mengelak atau bisa menyelematkan diri,” ujar Mursyid.

Mantan anggota dewan dari PA ini, meminta ‎pihak Kepolisian Aceh Timur bertindak tegas dan segera menangkap pelaku pembunuhan menantunya (suami anaknya-red) ini.

Akibat perbuatan pelaku, ‎Nurul Aswat yang sekarang mengandung maupun keluarga Muzakir lainnya, sangat terpukul dan kehilangan.

Padahal berawal dari kasus sebelumnya yang menimpa keponakan Muzakir, Khaidir sekarang harus di rawat di RS Medan, karena luka dimatanya akibat diketepel pelaku dengan batu.

Namun walaupun pelaku sudah dilaporkan atas perbuatannya itu, tapi polisi sektor setempat tidak menangkap pelaku, hingga Rabu pagi ini pelaku membacok Muzakir hingga tewas.‎

“Padahal saat kejadian, Muzakir sedang duduk ngobrol dengan abang pelaku, Ayub di warkop itu. Tapi menurut saksi di sana, Ayub terkesan membiarkan adiknya membacok Muzakir,” ungkap Mursyid. (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id