Puluhan Buruh Perkebunan Asal Pekan Baru Terlantar di Terminal Aceh Singkil | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Puluhan Buruh Perkebunan Asal Pekan Baru Terlantar di Terminal Aceh Singkil

Puluhan Buruh Perkebunan Asal Pekan Baru Terlantar di Terminal Aceh Singkil
Foto Puluhan Buruh Perkebunan Asal Pekan Baru Terlantar di Terminal Aceh Singkil

URI.co.id, SINGKIL – Puluhan buruh pemanen kelapa sawit asal Siak, Pekan Baru, terlantar di Terminal Terpadu Gunung Meriah, Aceh Singkil, Rabu (12/4/2017). Mereka tidak bisa kembali ke kampung halamnya lantaran tidak memiliki ongkos setelah dipulangkan perusahan kelapa sawit PT Runding Putra Persada (RPP).

Menurut buruh jangankan ongkos pulang, sekedar makan saja tidak memiliki uang lagi. Sehingga mereka hanya bisa bertahan di emperan terminal bersama anak dan istrinya sambil menahan perut lapar. Mereka tiba di terminal diantar truk perusahan. “Kami tidak punya ongkos pulang, makan saja belum sejak kemarin,” kata Yaaro Laia perwakilan buruh.

Tidak diketahui alasan pasti pemulangan buruh asal Siak tersebut. Pihak PT RPP hingga berita ini disusun belum berhasil dikonfirmasi. Berdasarkan informasi persoalan itu bermula ketia kesepakatan awal setiap buruh dibebani memanen seluas 2,5 hektar dengan terget 1,2 ton.

Tetapi tidak tercapai lantaran produksi buah minim, sehingga beban kerja ditambah menjadi 3 sampai 4 hektar dengan gaji sama. Yaitu Rp 66.200 per hari jika terpenuhi target ditambah premi mati Rp 8.000 sehingga total Rp 74.200. Kondisi itu buruh keberatan sehingga terjadi perselisihan.

Wakil Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid ketika dikonfirmasi memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Jaruddin, segera menyelesaikan permasalah tersebut. “Jangan sampai ada yang terlantar, panggil perusahan segera selesaikan,” kata Dulmusrid di dampingi Sekda Drs Azmi kepada Kadis Tenaga Kerja.

Jaruddin menyatakan, stafnya sudah menemui perwakilan buruh. Ia mengaku belum tahun persis alasan terjadinya pemutusan kerja tersebut. “Kami panggil perusahan serta perwakilan buruh untuk mengetahui permasalahan sebenarnya dan penyelesaian,” kata Jaruddin. (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id