Pejabat Dinkes Aceh Barat Ditangkap | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pejabat Dinkes Aceh Barat Ditangkap

Pejabat Dinkes Aceh Barat Ditangkap
Foto Pejabat Dinkes Aceh Barat Ditangkap

* Rp 19 Juta Uang Urus CPNS Disita

MEULABOH – Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Punggutan Liar (Satgas Saber Pungli) Aceh Barat menangkap Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdinkes) Aceh Barat, Arbi Fadhillah (52), dalam sebuah operasi tangap tangan (OTT), Senin (10/4) siang di Meulaboh.

Tim juga menyita barang bukti (BB) uang Rp 19 juta yang diduga diterima tersangka dari sejumlah bidan pegawai tidak tetap (PTT) yang berharap diuruskan menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Segera setelah OTT itu, tersangka diserahkan tim saber pungli kepada polisi, lalu ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Arbi merupakan tersangka pertama kasus pungli di Aceh Barat.

Tertangkapnya Arbi pada Senin lalu diungkapkan Polres Aceh Barat pada Selasa (11/4) siang melalui konferensi pers di mapolres setempat. Konferensi pers itu dihadiri langsung Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli Aceh yang juga Irwasda Polda Aceh, Kombes Pol Dr Darmawan Sutawijaya MHum dan Kapolres Aceh Barat, AKBP Teguh Priyambodo Nugroho.

Hadir juga Ketua Satgas Saber Pungli Aceh Barat yang juga Wakapolres setempat, Kompol Syafrinizal, Kasat Reskrim, unsur Kejari Aceh Barat, Denpom Iskandar Muda/2 Meulaboh, dan Inspektorat.

Dalam kesempatan itu Arbi dihadirkan ke hadapan wartawan dalam keadaan wajahnya bertutup sebo dan mengenakan baju tersangka warna orange. Diperlihatkan juga kepada insan pers barang bukti uang senilai Rp 19 juta.

Kombes Darmawan memaparkan bahwa kasus ini terungkap berdasarkan laporan warga, lalu dilakukan pengintaian dan penyelidikan. “Alhasil, tersangka berhasil diringkus dalam sebuah operasi tangkap tangan,” ujar Darmawan.

Sekdinkes Aceh Barat yang ditangkap itu, kata Darmawan, sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, kasus ini masih akan terus didalami untuk memastikan apakah Arbi Fadhillah bermain tunggal dalam kasus pungli ini atau ada orang lain yang terlibat.

“Masih didalami. Ada tidaknya tersangka lainnya tergantung hasil pemeriksaan nantinya,” kata Darmawan.

Didampingi Kapolres Aceh Barat, Darmawan membeberkan bahwa kasus pungli yang terungkap di Aceh Barat itu terkait dengan keinginan sejumlah bidan PTT yang berharap diuruskan tersangka menjadi CPNS. Untuk itu, mereka harus memberikan sejumlah uang. Disebut-sebut ada 147 orang yang lulus tes Kementerian Kesehatan RI dari Aceh Barat dan merekalah yang ingin jadi CPNS, diurus oleh tersangka.

Atas perbuatannya itu, kata Darmawan, Sekdinkes Aceh Barat dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang ancaman hukumannya 4 hingga 20 tahun penjara.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Aceh Barat, Agus Badri yang ditanyai Serambi kemarin mengatakan, kasus pungli yang diduga melibatkan Sekdinkes Aceh Barat itu sudah ia laporkan ke Bupati Aceh Barat. “Tentu akan disikapi oleh pimpinan,” kata Agus yang juga hadir dalam konferensi pers kemarin.

Kasus pungli ini, menurutnya, sangat memprihatinkan karena masih ada pejabat yang terlibat kasus yang sebenarnya dilarang dan mendapat perhatian banyak pihak. Apalagi di Aceh Barat sudah dibentuk Satgas Saber Pungli beberapa bulan lalu. “Pemkab akan terus melakukan sosialisasi kepada PNS untuk tidak melakukan pungli. Ini harus menjadi pelajaran untuk semua,” imbuh Agus Badri.

Kepala Ombudsman RI Provinsi Aceh, Dr Taqwaddin SH MH yang juga Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pencegahan Satgas Saber Pungli Aceh kembali mengingatkan bahwa pungli merupakan perbuatan dilarang, sekaligus tindakan maladministrasi jika dilakukan aparatur sipil negara (ASN). “Karenanya, setiap ASN harus mampu menahan diri untuk tak melakukan pungli,” kata Taqwaddin tadi malam.

Ia tegaskan bahwa Satgas Saber Pungli Aceh berkomitmen kuat untuk memberantas pungli dalam segala sektor. Jika korupsi menimbulkan kerugian keuangan negara, pungli justru nyata-nyata menimbulkan kerugian pada rakyat, sehingga menghambat upaya pencapaian kesejahteraan rakyat, sekaligus mempersulit investasi dan iklim pertumbuhan ekonomi.

Ketua Pokja Pencegahan Satgas Saber Pungli Aceh itu mengingatkan ASN agar segera stop pungli. “Kami tidak main-main dalam memberantas pungli. Kami sudah memiliki data terkait institusi dan modus operandi pungli. Jangan sampai melakukan perbuatan yang memalukan anak istri karena materi yang tidak halal,” ujarnya.

Taqwaddin juga menyebutkan bahwa dana desa, sektor perizinan, proses kepegawaian, dan pemerimaan murid baru merupakan titik-titik rawan pungli yang sudah terdeteksi oleh Satgas Saber Pungli Aceh. (riz/dik) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id