Tiga Institusi Paling Diminati di Tarim | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tiga Institusi Paling Diminati di Tarim

Tiga Institusi Paling Diminati di Tarim
Foto Tiga Institusi Paling Diminati di Tarim

OLEH EZI AZWAR ANZARUDDIN, alumnus Ummul Ayman, mahasiswa Al-Ahgaff asal Tongperia, Pidie, melaporkan dari Tarim, Yaman

SIAPA yang tak kenal Tarim? Kota yang dinobatkan sebagai “kota ilmu dan kebudayaan” ini, sudah melahirkan banyak alim ulama dari berbagai institusi (lembaga pendidikan) yang dimiliki. Salah seorang ulama Aceh terdahulu yang penar belajar di Tarim adalah Syekh Nuruddin Ar-Raniry.

Sebenarnya, di Yaman bukan hanya Tarim yang memiliki institusi pendidikan yang diminati oleh pelajar luar. Setelah melakukan sensus pelajar Indonesia di Yaman bersama tim Infokom Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) beberapa bulan lalu, kami melihat ada tiga institusi di sini yang paling diminati. Ketiga institusi tersebut berada di Kota Tarim. Kami menilai, institusi itu paling diminati karena di situlah jumlah pelajar Indonesia paling banyak dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Yaman.

Ditinjau dari jumlah pelajarnya, Universitas Al-Ahgaff menduduki peringkat pertama sebagai institusi di Yaman yang paling diminati saat ini. Pelajar asal Indonesia yang mengenyam ilmu di universitas ini berjumlah 390 orang (belum termasuk kuliah banat yang berjumlah 111 orang). Saya sendiri merupakan salah satu dari 390 mahasiswa tersebut.

Universitas ini berpusat di Mukalla, hanya fakultas syariah dan hukumnya yang berada di Kota Tarim. Universitas Al-Ahgaff berada di bawah asuhan Prof Al-Habib ‘Abdullah bin Muhammad Baharun.

Kemudian, institusi kedua di Yaman yang paling diminati saat ini adalah Darul Musthafa, sebuah lembaga pendidikan seperti halnya pesantren atau dayah di Aceh. Pendirinya adalah Habib ‘Ali Al-Masyhur bin Hafidh dan Habib ‘Umar bin Hafidh. Pesantren yang berada di bawah asuhan Habib Umar bin Hafidh ini menerapkan tiga asas, yaitu: ilmu, suluk, dan dakwah. Saat ini jumlah pelajar asal Indonesia yang belajar di Darul Musthafa mencapai 240 orang (belum termasuk santriwati yang berjumlah 101 orang).

Selain menerima pelajar tetap, Darul Mushtafa juga membuka kelas daurauh (semacam pesantren kilat) selama 40 hari. Biasanya, daurauh ini diadakan di awal bulan Ramadhan, akan tetapi tahun sebelumnya diadakan pada bulan Syawal.

Kemudian di urutan selanjutnya sebagai intstiusi yang paling diminati di Yaman adalah Ribath Tarim, juga sebuah lembaga pendidikan seperti halnya dayah di Aceh. Jumlah pelajar asal Indonesia di Ribath Tarim saat ini mencapai 185 orang. Ribath Tarim resmi berdiri pada tahun 1305 H. Dari awal didirikan sampai sekarang Ribath Tarim sudah mengalami lima kali penggantian pengasuh.

Sejak berdiri hingga kini, pengajian di Ribath Tarim menggunakan sistem halakah yang dibimbing oleh masyaikh (bentuk plural dari syekh). Klasifikasi ini disesuaikan dengan tingkat masing-masing pelajar. Persyaratan utama untuk masuk Ribath Tarim adalah bermazhab dari salah satu empat mazhab fikih (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali) dan dalam akidah bermazhab Asy’ariyah.

Inilah tiga lembaga pendidikan di Tarim yang paling diminati saat ini. Akhirul kalam, semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua pembaca, khususnya bagi syedara lon yang na di Seuramoe Mekkah. Saleum aneuk nanggroe.

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: [email protected] (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id