Banjir Terjang Lawe Sigala-gala | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Banjir Terjang Lawe Sigala-gala

Banjir Terjang Lawe Sigala-gala
Foto Banjir Terjang Lawe Sigala-gala

* Ribuan Warga Mengungsi

KUTACANE – Ratusan rumah di Desa Kayu Mblin, Lawe Kesumpat dan lainnya di Kecamatan Lawe Sigala-gala dan Semadam, Aceh Tenggara, rusak diterjang banjir bandang pada Selasa (11/4) sore, sekitar pukul 18.00 WIB. Seribuan warga harus mengungsi ke tempat lebih aman, baik ke masjid, rumah sanak keluarga atau juga kerabat yang tidak terkena banjir.

Ratusan rumah yang rusak diterjang banjir, sebagian besar tertimpa bebatuan besar dan kayu gelondongan. Dilaporkan, para korban banjir juga berupa membawa barang berharga, khawatir banjir susulan.

Anggota Komisi C DPRK Agara, Gabe Martua Tambunan menyatakan jalan menuju kawasan banjir putus, karena kayu gelondongan berserakan di jalan, seperti di Desa Kayu Mblin dan Batu Dua Ratus.

Dia menyatakan bebatuan juga menumpuk di badan nasional menuju perbatasan Sumut. Disebutkan, untuk bisa melintas harus berputar dari Kecamatan Semadam-Lawe Kinge tembus ke Lawe Serke, Kecamatan Lawe Sigala-gala.

Sementara itu, pasokan arus listrik dari PLN Rayon Kutacane ke Lawe Sigala-gala sudah padam sejak pukul 18.00 WIB. “Listrik sudah padam, sehingga sangat mencekam, apalagi sebagian besar korban banjir yang mengungsi ke jalan,” jelas Gabe Martua Tambunan.

Gabe yang sedang berada di kawasan banjir, Desa Kayu Mblin mengaku bingung menangani para korban banjir di bawah gelapnya malam. “Masyarakat yang berupaya menyelamatkan barangnya kesuitan masuk ke dalam rumah, karena gelap gulita, begitu juga di jalan raya,” katanya.

Sementara itu, tim SAR Agara terus memantau kondisi banjir dengan mengimbau warga tidak kembali ke rumah, apalagi hujan masih turun. Dilaporkan, kawasan terparah diterjang banjir menimpa tiga desa, yakni Lawe Sigala Timur, Batu Dua Ratus di Lawe Sigala-gala dan Desa Lawe Beringin di Kecamatan Semadam.

Sedangkan untuk membuka akses jalan nasional dari Agara ke Sumut, alat berat sangat dibutuhkan, karena kayu dan material longsor menutupi badan jalan, sehingga kendaraan tidak bisa melintas. Dalam bencana itu, tidak ada korban jiwa, kecuali harta milik warga, termasuk ternak yang mati terendam banjir.(as) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id