Dunia Sangat Prihatin Terhadap Situasi Suriah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dunia Sangat Prihatin Terhadap Situasi Suriah

Dunia Sangat Prihatin Terhadap Situasi Suriah
Foto Dunia Sangat Prihatin Terhadap Situasi Suriah

Negara adidaya Amerika Serikat (AS) di bawah pimpinan kontroversial Presiden Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman kepada negara-negara yang melanggar hukum internasional, terutama yang membuat dan menggunakan senjata kimi. Serangan 59 rudal Tomahawk AS ke Suriah sebagai “pesan” jelas kepada seluruh dunia bahwa negara manapun yang melakukan pelanggaran hukum internasional akan menerima nasib serupa.

“Kami mendedikasikan kembali diri menjaga keamanan dunia dan siapapun yang melakukan kejahatan terhadap orang tak berdosa di mana saja di dunia ini, maka harus siap menerima konsekwensinya “ kata Rex Tillerson, Menlu AS.

Di balik bencana kematian akibat serangan Tomahawk adalah politik kekuasaan. Donald Trump ingin “menghabisi” Presiden Suriah Bashar al-Assad yang didukung Rusia bersama Iran. Apalagi, diketahui saat ini AS juga sedang mendesak Rusia untuk memikirkan kembali dukungannya bagi Presiden Bashar al-Assad yang dinilai AS telah melanggar hukum internasional.

Namun, di balik itu dunia juga menangis ketika melihat begitu banyak orang mati tersiksa yang dikatakan akibat senjata kimia. Anak-anak dan bayi meregang nyawa dengan mata terbelalak dan mulut menganga. Video-video “kematian” di Suriah baik akibat senjata kimia maupun serangan rudal Tomahawk yang viral di dunia, adalah tontonan sangat menyakitkan.

Terenyuh oleh kematian warga sipil akibat serangan senjata kimia, banyak negara mendukung serangan rudal AS ke Suriah. Turki dan Arab Saudi termasuk dua dari sekian banyak negara yang mendukung langkah militer AS menyerang pangkalan militer Suriah dekat Homs itu.

Dalam pernyataan lainnya, sejumlah pimpinan besar Eropa menyatakan Presiden Assad pantas menanggung akibat serangan militer AS itu karena telah melakukan serangan dengan senjata kimia kepada warga sipil. “Kami percaya bahwa rezim Assad harus dihukum sepenuhnya di panggung internasional,” kata pejabat senior di Ankara, Turki.

Sikap yang agak “jernih” justru diperlihatkan Pemerintah Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah umat Muslim terbesar di dunia, Indonesia mengecam keras penggunaan senjata kimia di Suriah, apalagi telah merenggut nyawa begitu banyak warga sipil. Indonesia sangat menyesalkan penggunaan senjata kimia yang menakutkan itu.

Namun pada saat bersamaan Pemerintah Presiden Joko Widodo juga menyatakan prihatin terhadap serangan sepihak AS menggunakan rudal Tomahawk ke Suriah.

“Aksi militer, yang dilakukan tanpa otorisasi lebih dulu oleh Dewan Keamanan PBB, tidak sesuai dengan prinsip hukum internasional dalam penyelesaian drama sengketa, seperti yang ditetapkan Piagam PBB,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Artinya, menghentikan penggunaan senjata kimia adalah tindakan yang tepat. Tapi sikap AS yang ingin menjadi “polisi dunia”, juga dilihat sebagai sikap yang tergesa-gesa dan melanggar kesepakatan internasional, terutama Piagam PBB. Nah?! (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id