Pelanggan Kaget, Tagihan Membengkak | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pelanggan Kaget, Tagihan Membengkak

Pelanggan Kaget, Tagihan Membengkak
Foto Pelanggan Kaget, Tagihan Membengkak

* Dampak Kebijakan Penghapusan Subsidi Listrik

MEULABOH – Warga di Aceh Barat bingung dan kaget melihat tagihan rekening listrik yang tiba-tiba membengkak naik dari biasanya. Beberapa warga Meulaboh yang menghubungi Serambi kemarin mengaku kenaikan rekening listrik sangat dirasakan pada April ini hingga mencapai 100 persen dari yang biasa mereka bayar.

“Saya sebelumnya hanya bayar Rp 400 ribu. Kini membengkak hingga Rp 900 ribu. Selama ini kami juga tidak pernah mendapatkan sosialisasi soal kenaikan tarif,” kata Syahluna, warga Kuta Padang Meulaboh.

Keluhan sama juga dikatakan Yulham, warga Blang Beurandang yang mengaku sebelumnya membayar rekening listrik Rp 95.000, kini malah naik menjadi Rp 195.000. Hal yang sama juga dialami Angri, warga Meulaboh. Ia menyebutkan membayar rekening listrik Rp 255 ribu dari sebelumnya Rp 150 ribu. Manajer PLN Area Meulaboh Redi Zusanto menyebutkan mulai Januari-Mei 2017 PLN melakukan penyesuaian tarif listrik yang tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 28 Tahun 2016 dan Permen ESDM Nomor 29 Tahun 2016.

“Tarif diatur regulator dalam hal ini pemerintah. PLN selaku operator tinggal menjalankan,” kata Redi. Dia sebutkan ke depan pengguna listrik 900 volt (4 ampere) akan sama tarifnya dengan pengguna 1.300 volt (6 ampere). Artinya PLN hanya menyesuaikan tarif berdasarkan keputusan pemerintah atas persetujuan DPR menyusul pemerintah menghapus subsidi. Pemberlakukan tarif baru ini sudah dimula pada Januari 2017.

“Pada Januari 2017 sudah dilakukan sosialisasi di Kantor Bappeda Aceh Barat terhadap adanya penyesuaian tarif ini,” katanya.

Manajer PLN Area Meulaboh Redi Zusanto menambahkan masyarakat kategori miskin yang masuk dalam data Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) tidak mengalami kenaikan tarif listrik. Artinya mereka masih tetap menerima subsidi listrik dari pemerintah, sedangkan kenaikan hanya untuk rumah tangga mampu.

“Jangan salah persepsi masyarakat kepada PLN. Kita (PLN) hanya pelaksana operator menyesuaikan. Bisa download Permen ESDM 28 dan 29 Tahun 2016 di internet untuk mengetahui tarif baru itu,” demikian Redi Zusanto.(riz) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id