Kautsar akan Diperingatkan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kautsar akan Diperingatkan

Kautsar akan Diperingatkan
Foto Kautsar akan Diperingatkan

* Mufakat Dulu, Baru Diputuskan

BANDA ACEH – Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), Muzakir Manaf mengatakan, secara pribadi maupun kepartaian juga sebagai anggota inti Koalisi Aceh Bermartabat (KAB), ia belum bisa memberikan keputusan untuk mendukung gubernur Aceh terpilih atau justru beroposisi. Ia malah akan memberikan surat peringatan kepada Kautsar, karena Ketua Fraksi PA di DPRA itu dinilai terlalu maju berkomentar dalam memberikan dukungan kepada gubernur terpilih.

“Ta duek pakat ile (kita mufakat dulu -red) dengan pengurus lengkap Partai Aceh, kemudian dilanjutkan pertemuan dengan anggota Koalisi Aceh Bermartabat (KAB), baro ta (baru kita -red) sikapi putusan Mahkamah Konstitusi maupun penetapan gubernur terpilih,” kata Muzakir Manaf kepada Serambi di Banda Aceh, Minggu (9/4), ketika dimintai konfirmasinya tentang dua hal tersebut.

Pria yang akrab disapa “Mualem” ini menegaskan, sejauh ini belum ada sikap yang bisa diambil, baik terhadap putusan MK yang menolak gugatannya mengenai keberatan terhadap hasil Pilkada Gubernur Aceh, maupun hasil Sidang Pleno Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh pada Jumat (7/4) lalu di Hotel Hermes Banda Aceh yang telah menetapkan pasangan calon gubernur/wakil gubernur Aceh nomor urut 6, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah, sebagai gubernur Aceh terpilih periode 2017-2022 dalam Pilkada Aceh 2017.

Pernyataan yang disampaikan Ketua Fraksi Partai Aceh di DPRA, Kautsar SHI di Serambi bahwa pascaputusan MK ia siap mendukung gubernur terpilih, menurut Mualem, itu semata-mata pernyataan pribadi Kautsar. Bukan pernyataan atau sikap Fraksi Partai Aceh di DPRA maupun Pengurus PA. Alasannya, Pengurus PA belum pernah duek pakat untuk membahas hal itu.

Kautsar selaku Ketua Fraksi Partai Aceh, kata Mualem, justru akan dipanggil dan dimintai penjelasannya, kenapa secepat itu memberikan pernyataan ke media, sedangkan ia berstatus Ketua Fraksi PA di DPRA.

Pernyataan Kausar itu, menurut Mualem, bisa ditafsirkan publik seolah-olah Fraksi PA sudah memberikan dukungan kemenangan kepada pasangan gubernur nomor urut 6, padahal sampai kemarin Pengurus PA belum membahas hal itu, apalagi mengambil sikap.

Atas “ketelanjuran” Kautsar tersebut, kata Mualem, ia akan memberi surat peringatan kepada Kautsar agar ke depan tidak lagi memberikan pernyataan yang terlalu dini (prematur), terhadap hal-hal yang sifatnya strategis yang menjadi kewenangan Ketua Umum PA untuk mengumumkannya.

Ketika ditanya kapan Kautsar akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi, Mualem tidak menyebutkan hari dan tanggalnya. Ia hanya mengatakan, segera akan dipanggil untuk diberi peringatan.

Mualem mengatakan, anggota PA diminta untuk bersikap normatif saja dalam menanggapi keputusan MK dan penetapan gubernur/wakil gubernur terpilih yang telah dilakukan KIP Aceh. Dalam waktu dekat ini, ia akan mengadakan rapat dengan pengurus lengkap PA untuk membahas berbagai hal yang muncul pascaputusan MK dan penetapan gubernur Aceh terpilih.

Keputusan yang diambil pengurus lengkap PA terhadap berbagai hal strategis yang mencuat akhir-akhir ini, sebelum dipublikasi ke publik, kata Mualem, lebih dulu akan disampaikan kepada partai yang mengusung dan mendukungnya dalam pilgub lalu yang tergabung dalam Koalisi Aceh Bermartabat (KAB). Yaitu PA, Partai Gerindra, PKS, PAN, PBB, dan PPP (Tgk Faisal Amin).

Sebagai partai pencetus dan penggagas KAB, kata Mualem, sudah sepantasnya ia memberitahukan program kerja sama antarpartai yang akan dilakukan pascapilkada gubernur Aceh. Soalnya, mereka sudah bekerja keras untuk memenangkan paslon gubernur dan wakil gubernurnya, tapi belum terpilih. “Kerja keras mereka itu patut dihargai, dengan selalu melibatkan para ketua partai yang tergabung dalam KAB, untuk mengambil kebijakan strategis yang akan dijalankan ke depan.” demikian Mualem. (her) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id