Partai Pengusung belum Bersikap | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Partai Pengusung belum Bersikap

Partai Pengusung belum Bersikap
Foto Partai Pengusung belum Bersikap

SEMENTARA itu, PAN dan PKS, dua dari enam partai pengusung pencalonan Muzakir Manaf-TA Khalid sebagai gubernur dan wakil gubernur Aceh periode 2017-2022, belum menentukan sikap apakah akan mendukung atau beroposisi terhadap gubernur dan wakil gubernur terpilih, Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Aceh, Anwar Ahmad SE yang dimintai Serambi tanggapannya di Banda Aceh mengatakan, sampai kemarin belum ada undangan rapat yang ia terima untuk membahas program kerja yang akan dilaksanakan Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap gugatan pilkada yang diajukan pasangan calon nomor urut 5, Muzakir Manaf-TA Khalid.

Anwar Ahmad juga menyatakan sangat terkejut ketika membaca pernyataan Ketua Fraksi Partai Aceh, Kautsar SHI di media cetak yang menyatakan siap memberikan dukungan kepada gubernur terpilih pasca-KIP Aceh menetapkan pasangan calon gubernur/wakil gubernur nomor 5, Irwandi Yusuf/Nova Iriansyah, sebagai gubernur dan wakil gubernur Aceh terpilih periode 2017-2022.

Pernyataan itu, dinilai Anwar terlalu dini dan belum tepat, karena Kautsar sebagai Ketua Fraksi Partai Aceh. “Siapa pun pasangan gubernur/wakil gubernur terpilih, kalau mereka nanti akan memberikan perubahan yang lebih baik untuk seluruh rakyat Aceh, bukan kelompoknya, sudah pasti akan didukung partai politik, instansi vertikal, perguruan tinggi, seluruh elemen masyarakat, dan dunia usaha,” kata Anwar.

Selaku pribadi, lanjut Anwar, ia mengucapkan selamat kepada gubernur/wakil gubernur terpilih, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah.

Tapi untuk sikap partainya, apakah akan bergabung atau berkoalisi dengan partai gubernur terpilih atau sebaliknya beroposisi, hal itu harus menunggu hasil rapat internal PAN dan rapat koalisi dengan anggota KAB.

“Sikap itu belum bisa kita sampaikan, karena PAN dan anggota KAB belum rapat untuk membahas hal itu,” ujarnya.

Beroposisi itu, menurutnya, juga tidak jelek. Kalau oposisinya diartikan sebagai pengontrol dan pengawas kebijakan yang akan dijalankan gubernur terpilih, malah akan membuat jalannya roda pemerintahan jadi lebih ekstrahati-hati lagi dan semakin kuat.

Alasannya, menurut Anward, karena sudah banyak mata yang mengontrol kebijakan yang akan diambil untuk kesejahteraan rakyat. Jika ada sebuah parpol menyatakan dirinya berada di luar pemerintahan, jangan cepat-cepat diberi cap negatif.

Untuk keseimbangan, menurut Anwar, partai oposisi itu diperlukan dalam dinamika dan pembelajaran politik yang sehat kepada rakyat secara positif. Tapi, jangan sampai kebijakannya membuat rakyat jadi susah. Dalam artian, jangan sampai menghambat program pemerintah yang ingin membuat Aceh ke depan menjadi lebih baik lagi.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Aceh, Ghufran Zainal Abidin MA yang ditanyai terpisah mengatakan, partainya juga belum memberikan dukungan politik terhadap gubernur dan wakil gubernur Aceh terpilih, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah. Alasannya, untuk penentuan sikap politik, mendukung atau beroposisi, harus dilakukan melalui rapat lengkap pengurus partai.

Secara pribadi, kata Ghufran, ia ucapkan selamat kepada gubernur dan wakil gubernur terpilih, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah. Terpilihnya pasangan gubernur/wakil gubernur nomor urut 6 ini menjadi gubernur/wakil gubernur Aceh periode 2017-2019 sudah takdir dan kehendak Allah, makanya sudah sewajarnya disyukuri.

Pada prinsipnya, kata Ghufran, ikrar pilkada damai, aman, jujur, dan demokratis serta sikap siap kalah dan siap menang itu, haruslah dimiliki enam pasangan calon gubernur/wakil gubernur yang ikut pilgub.

Ia ingatkan bahwa putusan atas gugatan pilkada Gubernur Aceh sudah turun dari Mahkamah Konstitusi. Lalu KIP Aceh pun telah menetapkan pemenangnya dalam sidang pleno Jumat pekan lalu, yaitu paslon gubernur nomor urut 6 yang meraih suara terbanyak.

“Semoga gubernur yang baru bisa memberikan hal yang lebih baik lagi bagi kesejahtraan rakyat Aceh lima tahun ke depan,” ujar Ghufran.

Namun begitu, sikap politik PKS terhadap gubernur yang baru belum bisa dinyatakan sekarang ini. Alasan pertama, kata Ghufran, belum ada rapat lengkap pengurus PKS Aceh mengenai hal itu, dan kedua PKS masih bergabung dalam Koalisi Aceh Bermartabat yang anggotanya antara lain PA, Gerindra, PKS, PAN, PPP, dan PKB.

PKS, kata Guhfran, tidak ingin melukai komitmen KAB. Antara lain, bersama membangun Aceh menjadi lebih baik lagi. Kecuali pascapilkada ini, masing-masing ingin melepaskan diri dari koalisinya, setelah masing-masing partai mengambil kebijakan berbeda, antara satu sama lainnya.

“Saat ini, PKS Aceh sedang menunggu undangan rapat koalisi KAB dari Muzakir Manaf selaku Ketua Umum Partai Aceh untuk menyikapi putusan MK dan penetapan gubernur terpilih Aceh oleh KIP Aceh,” ujar Ghufran. (her) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id