Penikam Armen belum Ditangkap | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Penikam Armen belum Ditangkap

Penikam Armen belum Ditangkap
Foto Penikam Armen belum Ditangkap

* Muslim Ayub: Harus Cepat Dituntaskan

KUTACANE – Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, Muslim Ayub SH meminta kepada Polres Agara agar secepatnya menuntaskan kasus penikaman mantan Bupati Agara, Armen Desky yang terjadi pada 31 Maret 2017. Karena pelaku penikaman hingga kini belum ditangkap. Sedangkan jajaran Polres Aceh Tenggara masih bekerja untuk mencari pelaku dalam kasus yang sangat menghebohkan tersebut.

Muslim Ayub menilai, penyelidikan kasus penikaman Armen Desky yang dilakukan kepolisian Polres Agara sangat lambat. Sampai saat ini, polisi belum berhasil menemukan pelakunya. Kasus yang menimpa tokoh Alas itu jadi pertaruhan bagi kepolisian Agara. Sebab, jika kasus ini tidak bisa secepatnya dituntaskan, masyarakat pencari keadilan semakin pesimis dengan kinerja kepolisian Polres Agara. “Untuk tokoh sebesar Pak Armen saja polisi tidak serius menyelesaikannya, apalagi jika kasus-kasus pidana menimpa masyarakat biasa. Bisa-bisa akan diabaikan begitu saja, “jelas Muslim kepada Serambi dalam rilisnya, Minggu (9/4).

Karena itu, putra Alas yang juga politisi PAN ini meminta kepolisian Agara dibawah kepemimpinana AKBP Drs Edi Bastari, bisa memperlihatkan keseriusan dalam bekerja. Sangatlah wajar aparat kepolisian memberikan perhatian lebih terhadap penanganan kasus ini. Karena korban bukan hanya pernah jadi pemimpin di daerah itu, tapi Armen Desky merupakan tokoh yang begitu gigih berjuang untuk kemajuan daerah-nya. “Karena itu, dengan tidak bermaksud memberikan keistimewaan kepada penanganan kasus ini, aparat penegak hukum harus segera menemukan pelakunya,” harapnya.

Kata Muslim, dia memberikan perhatian serius terhadap penangangan berbagai kasus hukum di Aceh, termasuk di tanah kelahirannya, Agara. Laporan masyarakat yang ia terima selama ini, penanganan kasus hukum di Agara tidak memuaskan. Misalnya kasus pembunuhan sadis yang menimpa seorang petani pada Februari lalu. Kepolisian Agara sampai saat ini belum berhasil mengusut pelaku dan motifnya. Kasus ini tergolong sadis karena korban tidak hanya dibunuh, tapi juga dimutilasi dan potongan tubuh dibuang ke sungai. Kasus lain, seperti judi dan minuman keras, yang masuk kategori tindak pidana ringan. “Di luar kejahatan kriminalitas, di Agara juga marak penyalahgunaan narkoba. Peredarannya sudah sangat meresahkan karena mulai merambah ke anak sekolah dan generasi muda,” ujarnya.

Menurut Muslim, penegakan hukum yang berkeadilan oleh aparat penegak hukum yang profesional dan bekerja sepenuh hati, sangat dibutuhkan di daerah ini. Sebab masyarakat dan daerah memang membutuhkan adanya hukum yang berkeadilan. Ia akan meminta Kapolri, melalui Kapolda Aceh untuk bisa memberi perhatian kepada jajarannya yang ada di Agara untuk bisa bekerja lebih sungguh-sungguh melayani dan mengayomi masyarakat. “Termasuk bila perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepolisian Agara di bawah kepemimpinan Kapolres saat ini, “ tegas Muslim Ayub.

Kapolres Agara, AKBP Edi Bastari mengatakan, pelaku penikaman Armen Desky sudah terdeteksi. Pelaku penikaman diduga dua orang yang terlibat. Sedangkan untuk kasus mutilasi juga telah memeriksa satu orang untuk uji poligraf (uji kebohongan). Kalau, disini nantinya terbukti akan ditangkap dan ini juga menunggu hasil tes DNA dari Jakarta. “Polisi itu tanpa dimintai pun sudah bekerja profesional. Polisi bukan tidur tapi tetap bekerja siang dan malam. Saya rasa kita telah bekerja maksimal,” kata Kapolres Agara yang juga menjelaskan keberhasilan menangani kasus narkoba, judi, minuman keras dan lainnya.(as) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id