Kantor Keuchik Pulo Ara Disegel | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kantor Keuchik Pulo Ara Disegel

Kantor Keuchik Pulo Ara Disegel
Foto Kantor Keuchik Pulo Ara Disegel

* Warga Minta Keuchik Mundur

BIREUEN – Sejumlah pemuda dan warga Gampong Pulo Ara Geudong Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, menyegel kantor keuchik, Minggu (9/4). Mereka meminta Keuchik Mukhtar Paratex, mundur dari jabatannya, karena diduga tidak transparan dalam pengelolaan dana desa.

Pantauan Serambi kemarin, awalnya ratusan warga Pulo Ara bersama keuchik dan perangkat desa, bergotong-royong membersihkan pekarangan meunasah dan halaman Masjid Besar Al-Amin Kota Juang. Saat warga bergotong-royong, tiba-tiba datang sekelompok pemuda dan warga lainnya menyegel kantor keuchik yang berada satu kompleks dengan meunasah.

Mereka juga mencoret-coret dinding kantor keuchik dengan cat. Sebagian warga juga membawa karton dan spanduk putih bertuliskan berbagai kritikan terhadap keuchik.

Masyarakat tersebut meminta Keuchik Mukhtar Paratex mundur dari jabatannya dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana desa. Beberapa pemuda dan warga secara bergantian berorasi di depan kantor keuchik. Sementara keuchik dan warga lainnya terus bergotong royong di halaman Masjid Al-Amin yang berada di sebelah utara kantor keuchik.

“Kami minta Mukhtar Paratex mengakhiri rezimnya. Karena sudah 10 tahun berkuasa menjadi keuchik, tidak transparan kepada masyarakat. Banyak dana desa yang tidak jelas penggunaannya. Kami minta Mukhtar Paratex segera mengundurkan diri dari keuchik,” teriak warga yang ikut menyegel kantor keuchik.

Sekitar satu jam lebih warga berorasi di kantor keuchik, mereka membubarkan diri. Namun kantor keuchik masih tetap disegel dan dipalang dengan kayu. Begitu juga berbagai tulisan dengan cat warna merah di dinding kantor keuchik, belum ada yang menghapusnya.

Mukhtar Paratex saat ditemui Serambi usai bergotong-royong di depan Masjid Al Amin mengatakan, masa jabatannya sebagai keuchik akan berakhir 2018. Tapi dirinya mengaku sudah siap mengundurkan diri serta siap mempertanggungjawabkan penggunaan dana desa.

“Saat ini dana desa sedang diaudit oleh inspektorat, kita sedang menunggu hasilnya. Saya pun juga ingin mengundurkan diri, tidak harus disuruh oleh oknum-oknum warga itu, karena jabatan bukan warisan,” ujar Mukhtar Paratex.(c38) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id