Selain Listrik, Layanan PDAM pun Perlu Dipacu | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Selain Listrik, Layanan PDAM pun Perlu Dipacu

Selain Listrik, Layanan PDAM pun Perlu Dipacu
Foto Selain Listrik, Layanan PDAM pun Perlu Dipacu

Harian Serambi Indonesia edisi Minggu kemarin mewartakan bahwa suplai air PDAM di Kota Banda Aceh belum merata karena masih dalam tahap normalisasi.

Di satu sisi kita apresiasi bahwa manajemen PDAM Tirta Daroy telah melakukan penggantian dan penyambungan kembali pipa PDAM di Simpang Surabaya, Banda Aceh, dan itu sudah selesai sejak empat hari lalu. Namun, suplai air PDAM Tirta Daroy ke sejumlah pelanggan belum merata hingga kemarin.

Suplai air PDAM yang belum normal untuk sebagian pelanggan itu, antara lain, terjadi di kawasan Jeulingke, Lambaro Skep, Lamdingin, Kampung Mulia, Lampulo hingga Luengbata. Kondisi itu semakin memperpanjang masa krisis air bersih yang sudah dialami warga sejak beberapa minggu terakhir sebagai dampak pengerjaan flyover dan underpass di Simpang Surabaya.

Dalam pemberitaan Serambi kemarin dimuat pengakuan seorang warga yang di rumahnya kawasan Lambaro Skep air PDAM sudah tak mengalir sejak medio Februari 2017. Untuk kebutuhan sehari-hari mereka harus memakai air sumur yang berbau dan keruh.

Warga lainnya, dari Jeulingke mengaku dalam beberapa pekan terakhir air PDAM sering tak mengalir di rumahnya, terutama pagi hari. Kondisi ini sangat mengganggu rutinitas warga, misalnya, mencuci, mandi, bersuci, dan berwudhuk. Bahkan untuk mengisi air ukuran satu bak saja butuh waktu hingga satu malam, padahal sudah ditarik pakai dap.

Karena sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan ada warga di kawasan Jeulingke yang memilih pindah sementara ke kawasan lain sambil menunggu air kembali lancar di tempat asalnya.

Nah, semua ini semakin menegaskan kepada kita betapa penting dan strategisnya fungsi air bagi kehidupan manusia. Demikian pula halnya dengan listrik. Hampir semua aktivitas manusia modern bergantung pada ketersediaan energi listrik. Tanpa listrik, kita hampir tak bisa berbuat apa-apa di rumah, di kantor, maupun di pusat-pusat perbelanjaan dan rekreasi.

Sebagai warga Aceh, kita sudah merasakan dalam dua pekan terakhir betapa kecewa dan geramnya kita terhadap pelayanan PLN Sumbagut yang siang malam byar-pet. Tapi, alhamdulillah, dalam tiga hari terakhir kemelut kelistrikan berhasil diatasi. Kita mulai agak lega sembari berharap “prahara” serupa tak lagi terulang. Terutama pada Ramadhan bulan depan. Pihak PLN pun harus bisa memberi jaminan soal ini agar tak selalu menjadi sasaran kritik bahkan makian pelanggan.

Pihak penyedia air bersih pun, dalam hal ini PDAM, harus bersikap serupa. Setiap gangguan harus bisa cepat diatasi karena air dan listrik, dua kebutuhan manusia modern yang tak bisa tidak harus terpenuhi secara konstan. Bahkan seharusnya makin dipacu agar meningkat kualitas pelayanannya dari waktu ke waktu.

Pengelolaan listrik dan air bersih secara profesional dan kontinyu harus selalu menjadi prioritas, karena ia merupakan bagian dari pelayanan publik (public services). Para pelanggan berharap pihak PDAM dan PLN segera membenahi jaringan serta sigap mengatasi gangguan, sehingga suplai air dan listrik kembali lancar, sehingga makin sesuai dengan harapan pelanggan.

Sekali pelayanan publik mengecewakan, apalagi dalam waktu yang lama, hal itu dapat meruntuhkan citra lembaga. Begitu runtuh, sungguh, bukan pekerjaan gampang untuk membangun dan menatanya kembali. (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id