Siswa UN, Guru Tetap Mogok | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Siswa UN, Guru Tetap Mogok

Siswa UN, Guru Tetap Mogok
Foto Siswa UN, Guru Tetap Mogok

SINGKIL – Mogok mengajar guru di Kepulauan Banyak Aceh Singkil hingga kemarin masih berlanjut. Namun pelaksanan ujian nasional (UN) siswa SMA yang sebelum terancam diboikot tetap dilaksanakan sesuai jadwal pada Senin 10 April.

Sedangkan untuk proses belajar mengajar tetap diliburkan sepihak oleh para guru sampai tuntutan mereka mendapat tunjangan guru terpencil dikabulkan. “Perinsipnya (kami) tetap mogok menuntut hak, namun untuk UN akan dilaksanakan sesuai jadwal,” kata Rusli Kepala SMA Pulau Banyak saat dihubungi Serambi dari Singkil kemarin.

Menurut Rusli pihaknya komit melaksanakan UN dibuktikan dengan melakukan gotong-royong sejak kemarin pagi menyusun kursi serta menempel nomor ujian di bangku. “Kami menuntut hak, kita tahu bagaimana sulitnya hidup di kepulauan. Mohon perhatikan nasib guru di daerah terpencil ini,” ujar Rusli.

Kepala SMA Pulau Banyak Barat Amrin juga menyatakan UN tetap dilaksanakan di sekolah yang dipimpinnya. “Walau pun mogok mengajar UN tetap kami laksanakan, saya sendiri sedang menjemput soal ke Pulau Balai (ibukota Kecamatan Pulau Banyak),” katanya.

Ujian nasional di Kepulauan Banyak akan diikuti 93 siswa. Rinciannya peserta UN di SMA Pulau Banyak 56 siswa dan di SMA Pulau Banyak Barat sebanyak 37 siswa. UN di daerah kepulauan itu masih dilakukan secara manual alias tidak menggunakan sistem online lantaran tidak tersedia internet serta fasilitas pendukung lainnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Aceh Singkil M Najur, mengatakan dirinya sudah meninggalkan Pulau Banyaks setelah berusaha membujuk guru agar mengajar seperti biasa. “Saya sudah pulang apa artinya terus berada di pulau kalau permintaan saya tidak didengarkan,” katanya.

Menurut Najur para guru masih tetap pada pendirinya melakukan mogok mengajar sampai tuntutan mendapat tunjangan daerah terpencil dikabulkan. Ia juga menyesalkan selama empat hari guru mogok tak seorang pejabat hadir menemui. Di sisi lain Najur menilai masih ada celah bagi guru di Pulau Banyak, Pulau Banyak Barat dan Kuala Baru, mendapat tunjangan guru terpencil. Sebab keputusan mendapat tunjangan guru terpencil hanya berdasakan Permendikbud.

“Kalau peraturan menteri bukan kah bisa dengan mudah diubah. Untuk memastikan guru di Kepulauan Banyak layak mendapat tunjangan terpencil, pihak Kemendikbud silakan datang melihat langsung,” tegas Najur. Najur mengapresiasi jika UN SMA tetap dilaksanakan karena menyangkut masa depan siswa yang tak boleh diabaikan.(de) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id