Jaksa Tahan Terdakwa Korupsi Dana Masjid | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jaksa Tahan Terdakwa Korupsi Dana Masjid

Jaksa Tahan Terdakwa Korupsi Dana Masjid
Foto Jaksa Tahan Terdakwa Korupsi Dana Masjid

SIGLI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie secara resmi menahan Syahrul Kiram (30) yang diduga melakukan kasus korupsi dana pembangunan Masjid Tgk Di Meureuhom Kandang, Kecamatan Sakti, Pidie, senilai Rp 1,7 miliar yang bersumber dari APBA 2013.

Kepala Kejaksaan (Kajari) Pidie, Efendi SH MH, Sabtu (8/4) mengatakan, Syahrul Kiram telah diserahkan penyidik Polres Pidie, kepada pihaknya pada Jumat (7/4). Dalam penyerahan tersangka bersama barang-bukti, tersangka didampingi pengacaranya bernama Hasbi SH.

Dalam kasus ini, terdakwa tercatat sebagai pengurus Masjid Tgk Di Meureuhom Kandang, berdasarkan SK Camat Sakti Nomor 400/353/2013. Dalam SK pembangunan masjid, disebutkan bahwa proyek pembangunan masjid itu dikerjakan dengan sistem swakelola. Namun, dalam pegerjaannya, Syahrul diduga mengerjakan sendiri proyek masjid tanpa melibatkan pengurus masjid lainnya.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Fakultas Teknik Unsyiah ternyata pekerjaan proyek masjid itu tidak sesuai spesifikasi atau kekurangan volume. Sehingga saat diaudit BPKP Perwakilan Aceh ditemukan kerugian negara sekitar Rp 737,5 juta.

“Kini, terdakwa menjadi tanggungjawab Kejari, dan selama 20 hari terdakwa ditahan di Rutan Kelas II Benteng Sigli,” kata Efendi, didamping Plh Kasi Pidsus Kejari Sigli, Umar Asegaf SH MH. Dalam masa penahanan 20 hari terhadap terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie akan mempersiapkan administrasi untuk proses pelimpahan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

Terdakwa akan dibidik dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo pasal 7 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara.

Kepala Kejaksaan Negeri Pidie, Efendi, menjelaskan bahwa penuntutan atas kasus korupsi dana pembangunan Masjid Tgk Di Meureuhom akan melibatkan enam Jaksa Penuntut Umum (JPU) dipimpin Zolfikar SH MH dari Kejari Pidie. Mereka akan menangani perkara korupsi tersebut yang sidangnya akan digelar di Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

Selama pelaksanaan sidang, Syahrul Kiram akan ditahan di salah satu Rutan di Banda Aceh. “Kami belum mengetahui terdakwa akan ditahan di Rutan mana. Nanti akan ditentukan, saat berkas administrasi pelimpahan kasus ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh Selesai,” jelasnya.

Penahanan terdakwa di Banda Aceh ini, untuk memudahkan terdakwa saat akan dihadirkan dalam sidang di pengadilan. “Kalau kami tahan di Rutan Benteng, Sigli, akan sangat merepotkan jika harus membawa terdakwa ke Banda Aceh satiap digelarnya sidang di Banda Aceh,” jelas Efendi.(naz) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id