Sikapi Pernyataan Ketua Fraksi PA, Pemerhati Ini Sentil Ujaran Mualem Saat Debat Dulu | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Sikapi Pernyataan Ketua Fraksi PA, Pemerhati Ini Sentil Ujaran Mualem Saat Debat Dulu

Sikapi Pernyataan Ketua Fraksi PA, Pemerhati Ini Sentil Ujaran Mualem Saat Debat Dulu
Foto Sikapi Pernyataan Ketua Fraksi PA, Pemerhati Ini Sentil Ujaran Mualem Saat Debat Dulu

URI.co.id, BANDA ACEH – Pernyataan mengejutkan dikeluarkan oleh Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) DPRA, Kautsar Muhammad Yus dengan menyatakan Fraksi PA siap berkoalisi dengan gubernur dan wakil gubernur terpilih hasil Pilkada 2017, Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, dalam membangun Aceh, meski kemudian rencana itu disanggah Wakil Ketua DPA PA, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak.

Melihat wacana yang dilemparkan Kautsar pada Serambi Indonesia edisi Jumat (7/4/2017) dengan judul “Fraksi PA Siap Dukung Irwandi”, Pemerhati Sosial dan Politik Aceh, Syukurdi Mukhlis menilai bahwa PA yang saat ini sebagai partai penguasa di parlemen, belum siap untuk menjadikan diri sebagai partai oposisi di Aceh.

Pernyataan itu awalnya ditulis oleh Syukurdi didinding facebooknya pada Jumat, (7/4/2017) sekitar pukul 08.59 WIB. “Kita memang belum biasa menjadi oposisi, atau sekedar menjadi partai penyeimbang. Merapat pada kekuasaan jauh lebih menguntungkan,” tulisnya.

Dalam status facebooknya, Syukurdi juga menyentil pernyataan calon gubernur Aceh dari PA, Muzakir Manaf saat debat kandidat dulu. “Pertanyaan saat debat kandidat dulu, bagaimana anda menjalin hubungan dengan DPR sementara anda tak punya partai ? jadi terasa hambar untuk diingat.”

Syukurdi yang diwawancarai kembali oleh URI.co.id menjelaskan bahwa oposisi memang belum menjadi budaya di Aceh. “Tidak mengejutkan apa yang dikatakan Kautsar, karena jauh hari Darwis (Jeunib) juga menyatakan hal yang serupa pada Saifannur untuk Pilkada Bireuen,” tukasnya.

Ia menduga, alasan tidak siapnya partai menjadi oposisi karena takut eksekutif mengunci pengganggaran untuk dewan. “Belum siap “lapar” dengan menjadi oposisi. Pemerintah baru bisa mengunci akses proyek dewan (aspirasi) jika ada yang beroposisi. Untuk nasional saja enggan parpol menjadi oposisi,” kata Syukurdi.

Syukurdi menyatakan dirinya lebih sepakat agar PA sebagai partai penguasa di DPRA bisa menjadi partai oposisi sebagai penyeimbang dalam mengawal pemerintahan ke depan menjadi lebih baik dengan berpihak pada rakyat.

“Dengan adanya kekuatan oposisi hal tersebut bisa diwujudkan. Jika tanpa ada oposisi maka kontrol parlemen akan sangat lemah pada pemerintah, dan ini tidak baik. Oposisi sebagai penyeimbang itu diperlukan,” pungkasnya. (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id