Keluarga Pencuri Juga Beraksi di Takengon | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Keluarga Pencuri Juga Beraksi di Takengon

Keluarga Pencuri Juga Beraksi di Takengon
Foto Keluarga Pencuri Juga Beraksi di Takengon

* Belum ada Laporan dari Korban

TAKENGON – Keluarga pencuri yang sempat beraksi di Bireuen sebelum diamuk massa karena diduga penculik anak, ternyata juga telah beraksi empat kali di Takengon, Aceh Tengah. Tetapi, polisi belum menerima laporan dari korban, karena langsung diselesaikan secara kekeluargaan.

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Eko Wahyudi melalui Kasat Reskrim, AKP Boby Sebayang, Jumat (7/4) mengatakan keluarga pencuri ini yang melibatkan anaknya yang masih kecil juga melakukan modus yang sama di Takengon. “Dari data yang kita punya, mereka sudah melakukan tindakan pencurian dengan modus yang sama sebanyak empat kali di Takengon,” kata Boby Sebayang.

Dia menyatakan walau sudah mengetahui hal itu, pihaknya belum menerima laporan resmi dari korban yang merasa dirugikan oleh keluarga pencuri tersebut. Pasalnya, katanya, beberapa kali keluarga tersebut tertangkap tangan, namun diselesaikan dengan kekeluargaan oleh si pemilik toko yang menangkap keluarga tersebut.

“Komplotan ini sudah ada ditangkap sebelumnya oleh pemilik toko di Takengon, namun diselesaikan secara adat dan kekeluargaan hari itu juga,” tambah Kasat Reskrim Aceh Tengah ini. Disebutkan, dalam beroperasi, pasangan pencuri itu juga melibatkan keponakannya. Keluarga ini berasal dari Kampung Bius Baru, Kecamatan Silih Nara.

“Artinya, kami belum menerima laporan resmi dari pihak yang merasa dirugikan, jika ada laporan, kami siap menerima dan menindak lanjutinya,” tambahnya. Disebutkan, modus keluarga satu ini melakukan pencurian dengan berpura-pura membeli di toko dan saat pemilik toko serius melayani, maka anak tersangka M Is (32) mengambil uang dari laci pemilik toko.

Keluarga yang melakukan tindakan pencurian dengan melibatkan anak serta keponakan ini, berinisial M Isa (32), beserta istrinya Has (27) dan dua anaknya. Lalu Ham (37), kakak M Isa serta dua anak Ham.

Kasus ini terbongkar yang berawal dari isu penculikan anak yang membuat orang tak bersalah menjadi sasaran amuk massa. Korban kali ini adalah M Isa (32), warga Pegasing, Aceh Tengah. Ia diamuk massa di Jalan Simpang Adam Batre, Desa Reuleut, Kota Juang, Bireuen, Rabu (5/4) siang gara-gara diteriaki maling dan penculik anak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi, awalnya M Isa bersama istri dan dua anaknya beserta kakak plus dua anak kakaknya (jumlah seluruhnya tujuh orang) datang dari Aceh Tengah untuk rekreasi ke Pantai Kuala Jeumpa, Bireuen. Mereka menumpangi minibus Suzuki Carry merah.

Dalam perjalanan ke Kuala Jeumpa, keluarga ini berhenti sesaat untuk membeli makanan ringan di sebuah kedai kelontong di Kecamatan Jeumpa. Namun, salah seorang dari anak kakaknya disebut-sebut mengambil uang dari dalam laci kedai kelontong itu, sehingga diteriaki maling.

Seusai polisi menyelidiki, satu keluarga asal Takengon, Aceh Tengah ini yang diamuk massa pada Rabu (5/4) di Jalan Adam Batre, Kota Juang, Bireuen, ternyata komplotan pencuri. Hal itu diungkapkan Kapolres Bireuen, AKBP Heru Novianto SIK, dalam konferensi pers yang digelar di Media Center Polres Bireuen, Kamis (6/4).

Kapolres menyebutkan, satu keluarga tersangka komplotan pencuri itu adalah M Isa (32), istrinya Hamisah, dan kakaknya Hasanah, beserta dua orang anak M Isa, yaitu Hj (10) dan Is (4) serta dua keponakannya, Hy dan Ti. Dari tujuh orang tersebut, Polres Bireuen hanya menahan tiga tersangka, yaitu M Isa, Hamisah, dan Hasanah.

Sedangkan anak-anak mereka kini diamankan di rumah singgah sementara oleh dinas terkait di Pemkab Bireuen. “Hasil penyelidikan kami, anggota keluarga yang diamuk massa pada sehari sebelumnya, ternyata komplotan pencuri,” terang Kapolres.(c51) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id