Layanan PLN tidak Janjikan Kepastian | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Layanan PLN tidak Janjikan Kepastian

Layanan PLN tidak Janjikan Kepastian
Foto Layanan PLN tidak Janjikan Kepastian

Dalam beberapa pekan terakhir, layanan PLN di Aceh sangat mengecewakan seluruh pelanggannya. Listrik sering dipadamkan tiba-tiba tanpa lebih dulu memberitahukan. Dan, pemadaman yang dialasani adanya black out dilakukan secara sepihak sampai tiga kali sehari. Jadi, pelanggan benar-benar tak mendapat kepastian layanan dari perusahaan plat merah itu.

Bukan hanya dalam hal penyalaan listrik yang tidak jelas, tapi di antara pejabat-pejabat PLN di Aceh dan Sumatera Utara juga mengeluarkan pernyataan yang tak jelas ke masyarakat layanan listrik. Pada Kamis (6/4), misalnya, PT PLN Wilayah Aceh mengeluarkan rilis bahwa untuk memaksimalkan keandalan serta kontiyunya pasokan energi listrik menjelang Ramadhan, maka PLN melakukan uprating konduktor (penggantian kabel transmisi). Pekerjaan tersebut dimulai 2 April 2017 dan diperkirakan selesai 22 Mei 2017 atau sepekan menjelang Ramadhan. Lalu, di media sosial pelanggan PLN di Aceh menafsirkan layanan listrik akan normal menjelang puasa atau pada 22 Mei 2017.

Beberapa saat info itu bergulir di media online, pejabat PLN di regional Sumatera mengeluarkan pernyataan yang tegas bahwa “tidak ada pemadaman listrik ke Aceh. Aliran listrik ke Aceh normal 100 persen pada Kamis (6/4/2017) malam ini.”

Begitulah, pelanggan dibuat bingung. Kinerja buruk PLN selaku penyedia tunggal listrik bagi masyarakat memang bukan cerita baru. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat, kasus pengaduan ketenagalistrikan selalu yang paling menonjol. Soal listrik ini, yang dilaporkan paling dominan adalah pemadaman yang terlalu sering serta tegangan listrik yang tidak stabil.

Dalam pandangan YLKI, masalah pemadaman yang kini menjadi momok bagi konsumen listrik, merupakan bentuk pelanggaran hak-hak publik, yang tidak hanya dilakukan PT PLN sebagai operator, tapi juga pemerintah sebagai regulator. Padahal, pemadaman listrik secara sepihak sangat mengganggu aspek kenyamanan, keamanan, dan keselamatan konsumen listrik.

Buruknya kinerja PT PLN dalam melayani konsumen ditambah lagi dengan berbagai aspek normatif yang dilanggar, seharusnya fokus perbaikan layanan PLN terletak pada tiga hal, yaitu kualitas produk, proses bisnis, dan pengelolaan sumber daya manusia.

Dari tiga hal itu, menurut kalangan YLKI dan pengamat, yang paling penting adalah perbaikan pada aspek kualitas produk. Di sini, permasalahan yang paling krusial adalah sektor pembangkit, yaitu minimnya pembangunan pembangkit baru.

Pertumbuhan pembangunan pembangkit baru tidak sebanding dengan pertumbuhan permintaan ketenagalistrikan. Permintaan energi listrik tumbuh lebih 10 persen per tahun, sedangkan pembangunan pembangkit baru hanya satu persen per tahun. Makanya krisis terus.

Jadi, untuk mengatasi krisis listrik, tidak ada jalan selain menambah atau mempercepat pembangunan pembangkit baru. Maka, Pemerintah Aceh, DPRA, dan pihak-pihak lainnya harus secara proaktif mendorong percepatan pengembangan sektor sumberdaya listrik baru di Aceh. (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id