Peran Keluarga Dalam Mendidik Anak | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Peran Keluarga Dalam Mendidik Anak

Peran Keluarga Dalam Mendidik Anak
Foto Peran Keluarga Dalam Mendidik Anak

BENAR sekali Pendidikan adalah mata uang yang berlaku di setiap masa dan segala tempat. Ini adalah kata yang paling tepat digunakan untuk mendeskripsikan fungsi dan peran pendidikan dan kalimat ini pula dapat diartikan bahwa pendidikan adalah modal utama yang harus dimiliki oleh setiap individu yang hidup agar dapat bertahan menghadapi kemajuan zaman.

Zaman yang menuntut diri untuk bisa menguasai informasi dan teknologi yang selalu berpacu dalam mengalami perubahan setiap masa juga setiap individu pastinya, ingin mendapat pendidikan yang layak, sejahtera, dan cemerlang dikemudian hari, sebagai tolak ukur untuk menyaingi dunia era globalisasi sekarang ini yang menuntut segalanya serba cepat, instan, dan mudah.

Berbicara mengenai pendidikan dewasa ini, lingkunagan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama, karena dalam keluarga inilah setiap individu atau seorang anak pertama-tama mendapatkan pendidikan dan bimbingan.

Dikatakan lingkungan yang utama, karena sebagian besar dari kehidupan individu atau anak adalah di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh individu atau anak adalah dalam keluarga dan keluarga juga sebagai peletak pengetahuan dasar dari etika dan norma terhadap dirinya.

Entah karena peran teknologi yang semakin maju, atau tingkat pendidikan orang tua zaman sekarang yang lebih tinggi faktanya, orang tua zaman sekarang semakin menyadari pentingnya peran mereka dalam pendidikan anak.

Sejumlah upaya dilakukan orang tua untuk mendukung pendidikan anak-anaknya. Misalnya, dengan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah, penerapan waktu khusus belajar bagi anak dan melakukan pendampingan saat anak belajar, bahkan tak sedikit pula orang tua yang mengalokasikan anggaran khusus untuk les tambahan yang diharapkan bisa meningkatkan prestasi anak di sekolah. Apapun upaya yang dilakukan itikadnya satu, yaitu peduli pada pendidikan anak.

Peran orang tua (ibu dan ayah) sebagai pendidik utama di keluarga pun diklaim harus saling bekerja sama untuk mendidik anaknya. Bagi  seorang ayah yang mempunyai kelebihan ilmu dan keterampilan mendidik, harus mengajarkan kepada istrinya dan begitu pula sebaliknya.

Dengan demikian antara ayah dan ibu saling menutupi kelemahannya masing-masing adapun, Peran utama dari keluarga bagi pendidikan anak adalah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan.

Sifat dan tabiat anak sebagian besar diambil dari kedua orang tuanya dan dari anggota keluraga yang lainnya. Di samping itu keluarga merupakan tempat belajar bagi anak dalam segala sikap untuk berbakti kepada Tuhan sebagai perwujudan nilai hidup yang tertinggi.

Dengan demikian jelaslah bahwa orang yang pertama dan utama bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dan pendidikan anak adalah orang tua dalam sebuah keluarga

Sebagai seorang pendidik utama dalam sebuah keluarga banyak keuntungan yang didapatkan orang tua dalam mendidik anak yaitu kesempatan pertama memberikan gambaran mengenai nilai dan norma kepada anak sebagai penguatan dasar yang harus mereka miliki.

Kesempatan dapat digambarkan seperti mewarnai kertas putih, jauh lebih mudah dibandingkan dengan mencari bagian putih pada kertas yang telah berwarna. Nah, disini Orang tua merupakan orang pertama yang mendapat kesempatan membentuk karakter anak. Sehingga dari sinilah peran orang tua sangat penting bagi perkembangan pendidikan anak.

Oleh karenanya ini adalah kesempatan yang tak boleh di kesampingkan orang tua yang begitu mendukung anaknya untuk mendapatkan pendidikan sebaik mungkin dalam proses penguatan pendidikan mereka.

Berikut ini hal  yang mendorong penguatan pendidikan anak dalam ruang lingkup sebuah keluarga yang dilakukan orang tua, antara lain :

Pertama, selalu menyediakan waktu untuk berinteraksi dan ber-edukasi dengan anak walaupun hanya sebentar. Keterlibatan ini dapat dilakukan melalui permainan, pemberian pujian, dukungan/motivasi, belajar yang kondusif dirumah seperti pendampingan saat belajar dan diskusi juga menanyakan kejadian – kejadian yang baru mereka alami.

Kedua, menghindari tingkah laku menghina, meremehkan, memarahi, dan memerintah anak karena hal ini akan menimbulkan perilaku agresif dan tidak kooperatif pada anak biasakan selalu mananamkan hal positif dalam segala tindakan dan perilaku.

Ketiga, mengusahakan ikut terlibat secara aktif dalam mentransfer nilai-nilai dan tindakan pengajaran yang baik bersama anak dilingkungan rumah dan sekitar.

Keempat, mengoptimalkan penerapan waktu sebaik mungkin dalam proses  pendampingan belajar dirumah, berhubungan antar sesama, pemberian les tambahan, kegiatan keagamaan seperti mengaji, dan bermain dalam kegiatan sehari–hari.

Kelima, memberi sanksi disertai motivasi yang bersifat pengajaran ketika anak melakukan kesalahan agar hal tersebut menjadi acuan yang baik ke depanya lebih menekankan pada naluri yang berorientasi pendampingan sikap yang baik.

Keenam, menanamkan sikap mandiri kepada anak yang dimulai dengan tahapan mendasar tapi orang tua pun turut membimbingnya dalam segala hal.

Ketujuh, pemberian dasar pendidikan tidak hanya berfokus pada pembelajaran bersifat duniawi tapi pembelajaran bersifat spiritual atau keagamaan pun harus di berikan yang begitu berguna kepada mereka nantinya.

Kedelapan, mengupayakan diri sebagai figur idola bagi anak-anaknya. Misalnya dengan istiqomah dalam memberikan kasih sayang, perhatian, sikap tulus, supporting, dan kehangatan, dan menjadi panutan dalam proses belajar.

Itulah hal yang menjadi penguatan pendidikan anak dalam sebuah keluarga yang orang tua sendiri pun, turut ikut dalam andil dalam kegiatan tersebut yang mana itu sangat bersinergi positif bagi mereka dan dapat di ambil point penting kepada kita bahwasanya, jika anak sudah mulai ditanamkan hal baik sedari dulu juga terbiasa melakukan hal baik di lingkungan keluarga maka dia akan selalu melakukan sesuatu hal yang baik pula, ketika dia keluar dari lingkungan keluarga.

Atas dasar itulah keluarga sangat berperan penting dalam mendidik anak. Karena jika seseorang telah sukses di dalam keluarganya, bukan tidak mungkin jika suatu hari nanti, seseorang terjun ke lingkup masyarakat yang lebih luas dari keluarga, maka masyarakat tersebut akan baik pula, tergantung bagaimana keluarga mendidiknya.

Dapat disimpulkan bahwa peran keluarga dalam pendidikan anak sangatlah besar, keluarga merupakan unsur terkecil dalam sebuah masyarakat, dari lingkungan keluargalah anak tumbuh dan berkembang dan dari sinilah awal pendidikan diperoleh oleh anak, dari keluargalah anak belajar berperilaku dan bersikap.

Ketika keluarga telah menanamkan akhlak yang baik, perilaku yang baik, etika yang baik, dan akhirnya terbentuk sebuah kebiasaan yang baik, maka anak tersebut berarti telah siap untuk mengarungi kehidupan di luar lingkungan keluarga termasuk dalam lingkup pendidikan yang lebih luas. [Muhammad Reza | Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Banda Aceh] (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id