Eks Kombatan GAM Ini Mengaku Pernah Bertemu Suku Mante | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Eks Kombatan GAM Ini Mengaku Pernah Bertemu Suku Mante

Eks Kombatan GAM Ini Mengaku Pernah Bertemu Suku Mante
Foto Eks Kombatan GAM Ini Mengaku Pernah Bertemu Suku Mante

URI.co.id, IDI – Ismail Amin atau Aki Rayeuk (50) mantan Panglima Kombatan GAM Daerah Lokop Serbajadi, Aceh Timur, mengaku pernah tiga kali bertemu dengan suku mante sekitar tahun 2002, dan 2003 di hutan Aceh Timur, saat Aceh masih dilanda konflik.

Saat itu sekitar tahun 2002 di daerah pegunungan Pante Bidari, Lokop Serbajadi, (sekarang termasuk ke Kecamatan Simpang Jernih), kata Aki Rayeuk, merupakan lokasi kamp mereka semasa konflik.

Tepat sekitar pukul 16.30 WIB, jelas Aki Rayeuk, ia bersama lima temannya (yang ia ingat bernama Jonta, Kule Rawan, almarhum Rusli, dan Said) sedang duduk santai di bawah pohon kayu yang berjarak 20 meter dari kamp.

Tiba-tiba terdengar suara periuk dari arah kamp. Kemudian, ia dan temannya mendatangi kamp. Alangkah, terkejutnya mereka melihat dua orang mante sedang mengambil nasi dari dalam periuk dan nasi bekas yang dibuang dekat kamp.

“Spontan mereka lari dan menghilang,” ungkap Aki Rayeuk kepada URI.co.id, Jumat (7/4/2017) malam di Idi Rayeuk, Aceh Timur,  seraya mengatakan ciri-ciri mante tersebut pendek (seperti anak umur 5 tahun), berbulu, berambut panjang, dan telanjang tanpa sehelai kain pun.

Kemudian pertemuan kedua, kata Aki Rayeuk,  tepatnya di gunung kemenyan (masih di daerah Lokop Serbajadi) yaitu tepat pertengahan tahun 2003.

Saat itu, ungkap Aki Rayeuk, ia dan anggotanya sedang operasi. Namun secara tak sengaja melihat mante sekitar enam orang sedang mengambil buah kumba (sejenis buah salak). Sebagian mante lagi sedang mencari kijing (sejenis kerang) di aliran sungai.

“Begitu melihat kami, mereka langsung lari. Larinya sangat cepat, tapi bekas kakinya terbalik ke belakang. Sedangkan, suaranya seperti burung,” ungkap Aki Rayeuk.

Sedangkan pertemuan ketiga, jelas Aki Rayeuk, yaitu sekitar tahun 2003. Pihaknya melihat seorang Mante melintas di dekat pos penjagaan di antara pertengajan Pulo Munta dengan Jamur Labu.

Keesokan harinya di jalan yang dilintasi Mante itu, jelas Aki Rayeuk, juga datang harimau ke lokasi dan jalan yang sama.

Seorang anggotanya, jelas Aki Rayeuk, hendak menembak harimau tersebut tapi sempat dicegah dengan anggota lainnya.

Meski sudah tiga kali bertemu dengan mante di pedalaman Aceh Timur ini, jelas Aki Rayeuk, namun ia belum pernah menemukan rumah maupun lokasi yang diduduki Mante tersebut.

Namun, ia tetap yakin bahwa Mante itu tetap ada di daerah ini.

“Saya yakin suku Mante itu ada di daerah Pante Bedari. Karena saya sudah pernah melihatnya,” ungkap Aki Rayeuk.

Suku mante ini, jelas Aki Rayeuk, dipanggil nini Kemang oleh orang Gayo di daerah Pante Bidari, Lokop Serbajadi. (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id