Keluarga yang Diamuk Massa Ternyata Sindikat Pencuri | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Keluarga yang Diamuk Massa Ternyata Sindikat Pencuri

Keluarga yang Diamuk Massa Ternyata Sindikat Pencuri
Foto Keluarga yang Diamuk Massa Ternyata Sindikat Pencuri

BIREUEN – Satu keluarga asal Takengon, Aceh Tengah yang diamuk massa pada Rabu (5/4) di Jalan Adam Batre, Kota Juang, Bireuen, ternyata komplotan pencuri.

Hal itu diungkapkan Kapolres Bireuen, AKBP Heru Novianto SIK, dalam konferensi pers yang digelar di Media Center Polres Bireuen, Kamis (6/4).

Kapolres menyebutkan, satu keluarga tersangka komplotan pencuri itu adalah M Isa (32), istrinya Hamisah, dan kakaknya Hasanah, beserta dua orang anak M Isa, yaitu Hj (10) dan Is (4) serta dua keponakannya, Hy dan Ti.

Dari tujuh orang tersebut, Polres Bireuen hanya menahan tiga tersangka, yaitu M Isa, Hamisah, dan Hasanah. Sedangkan anak-anak mereka kini diamankan di rumah singgah sementara oleh dinas terkait di Pemkab Bireuen.

“Hasil penyelidikan kami, anggota keluarga yang diamuk massa pada sehari sebelumnya, ternyata komplotan pencuri,” terang Kapolres.

Menurut Heru Novianto, sindikat pencurian itu berawal saat mereka menumpangi mobil Carry Minibus berbelanja di sebuah toko kelontong di Desa Pucok Alue, Kecamatan Peudada, Bireuen.

Anehnya, menurut pemilik toko serbaada tersebut, setelah keluarga itu memesan sejumlah barang, mereka pergi begitu saja, tidak jadi berbelanja.

Karena curiga, lalu pemilik toko itu melihat rekaman CCTV. Ternyata ada seorang anak kecil yang merupakan salah seorang di antara rombongan tersebut yang terekam CCTV mencuri uang dalam laci kedai kelontong tersebut.

Selanjutnya, pemilik toko kelontong itu mengejar mereka, sehingga berakhir dengan amuk massa di Simpang Adam Batre. “Awalnya kita mengira mereka termakan isu penculikan anak, sehingga diamuk massa. Ternyata setelah kami lakukan penyelidikan, mereka merupakan sindikat pencuri,” beber Heru Novianto.

Dari mereka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu mobil Carry Minibus yang sudah dirusak massa, uang Rp 11 juta, satu kalung, dan dua gelang emas.

“Kami sedang melakukan pengembangan dan akan berkoordinasi dengan Polres Aceh Tengah untuk merespons beberapa laporan dari Takengon dengan kasus yang sama. Nanti akan kita ungkap, apakah pelakunya orang yang sama atau bukan,” ujar Heru.

Kapolres menambahkan, pihaknya sudah menetapkan tiga tersangka, karena telah mengeksploitasi anaknya untuk melakukan pencurian. Mereka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, pasal eksploitasi anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp 200 juta.

Sebelumnya diberitakan, isu penculikan anak kembali membuat orang tak bersalah menjadi sasaran amuk massa. Korban kali ini adalah M Isa (32), warga Pegasing, Aceh Tengah. Ia diamuk massa di Jalan Simpang Adam Batre, Desa Reuleut, Kota Juang, Bireuen, Rabu (5/4) siang gara-gara diteriaki maling dan penculik anak.

Mereka diburu massa setelah terlacak di CCTV toko serbaada yang mereka singgahi bahwa salah seorang anak yang turun dari minibus itu ternyata mengambil sejumlah uang dari laci toko. (c38) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id