Abusyik Ditetapkan Jadi Bupati, Dewan Pidie Absen | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Abusyik Ditetapkan Jadi Bupati, Dewan Pidie Absen

Abusyik Ditetapkan Jadi Bupati, Dewan Pidie Absen
Foto Abusyik Ditetapkan Jadi Bupati, Dewan Pidie Absen

SIGLI – Pasangan Roni Ahmad (Abusyik) dan Fadlullah TM Daud, ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati Pidie terpilih periode 2017-2022 dalam Rapat Pleno Terbuka Komisi Independen Pemilihan (KIP) di Hotel Grand Blang Asan, Kamis (6/4). Namun, dalam sidang pleno yang dipimpin Ketua KIP Pidie, Ridwan SPd itu, tak terlihat seorang pun Pimpinan dan Anggota DPRK Pidie yang hadir meski sudah diundang KIP setempat.

Absennya pihak DPRK Pidie saat penetapan paslon nomor urut 2 itu sebagai bupati/wakil bupati Pidie terpilih, terkesan aneh. Soalnya, pada saat Sarjani Abdullah-M Iriawan SE ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pidie pada tahun 2012, Pimpinan dan Anggota DPRK Pidie justru hadir lengkap.

Sebagaimana diketahui, 40 anggota DPRK Pidie itu didominasi oleh legislator dari Partai Aceh (PA) dan partai nasional sebagai pengusung H Sarjani Abdullah-M Iriawan (rival Abusyik-Fadhlullah TM Daud) dalam Pilkada Pidie tahun 2017. Sedangkan Abusyik-Fadhlullah maju melalui jalur perseorangan (independen).

Ketua KIP Pidie, Ridwan, kepada Serambi, Kamis (6/4) mengatakan, KIP telah mengirim surat undangan kepada Pimpinan dan Anggota DPRK Pidie. Tapi, tidak satu pun anggota dewan yang hadir pada saat Abusyik dan Fadlullah TM ditetapkan masing-masing sebagai cabup-cawabup Pidie terpilih periode 2017-2022.

“Jika dewan tidak hadir, terserah mereka. Yang jelas, kita telah mengirimkan undangan kepada dewan,” ujar Ridwan.

Hasil penetapan dalam Rapat Pleno KIP Pidie itu nantinya, kata Ridwan, akan diserahkan kepada DPRK Pidie. Sesuai tahapan pilkada, berkas berita acara Nomor: 22/BA/KIP Pidie/Tahun 2017 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih Tahun 2017 harus diserahkan satu hari setelah hari penetapan. Artinya, Jumat hari ini (7/4), KIP Pidie akan menyerahkan penetapan hasil pleno cabup-cawabup terpilih kepada DPRK setempat.

“Besok, kita lihat bagaimana respons dewan saat kita serahkan berkas tersebut karena tahapan pilkada akan berakhir,” ujarnya.

Menurut Ridwan, dalam penetapan cabup-cawabup terpilih yang wajib hadir adalah Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Pidie. Panwaslih hadir dua orang, terdiri atas ketua dan satu anggota. Sedangkan Muspida Pidie tidak wajib hadir, tapi KIP tetap mengundang unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pada acara penetapan cabup-cawabup terpilih, unsur Forkopimda hadir.

Amatan Serambi kemarin, acara penetapan cabup-cawabup terpilih dikawal ketat oleh polisi. Bahkan, personel Brimob yang bertugas di depan pintu aula penetapan cabup-cawabup terpilih memeriksa secara ketat setiap tamu yang masuk. Tiga polwan dari Polres Pidie melakukan penggeledahan tas milik tamu.

Acara yang berlangsung aman itu dihadiri Kapolres Pidie AKBP M Ali Kadhafi SIK, Dandim 0102 Pidie Letkol Inf Usik Samwa P, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Pidie Waled Nasir Lampoh Sawo, Kepala Pengadilan Sigli Bakhtiar SH, dan Asisten III Setdakab Pidie, Idhami. Juga dihadiri cabup dan cawabup terpilih, Roni Ahmad dan Fadlullah TM Daud.

Acara itu diakhiri dengan penyerahan berita acara Nomor: 22/BA/KIP Pidie/Tahun 2017 dan SK penetapan Nomor 13/SK/KIP Pidie Tahun 2017 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih dari Ketua KIP Pidie, Ridwan kepada Roni Ahmad yang didampingi wakilnya, Fadlullah TM Daud.

Wakil Ketua DPRK Pidie, Jamaluddin SP yang dihubungi Serambi mengatakan, ia tak tahu jika para anggota dewan Pidie tidak hadir pada acara penetapan cabup-cawabup Pidie terpilih kemarin.

“Saya sedang di Banda Aceh ikut Musrenbang Provinsi Aceh berdasarkan perintah pimpinan,” katanya.

Ditanya apakah anggota dewan harus menghadiri acara penetapan cabup-cawabup Pidie terpilih itu, politisi Partai NasDem Pidie ini menegaskan bahwa pihak dewan wajib menghadirinya. “Acara seperti itu saya rasa dewan wajib hadir. Tapi, saya tidak mengetahui penyebab anggota DPRK Pidie tidak hadir,” pungkas Jamaluddin.

Cawabup Bupati Pidie terpilih, Fadlullah TM Daud, kepada wartawan kemarin mengatakan, setelah penetapan paslon Roni Ahmad dan dirinya menjadi cabup-cawabup terpilih pada periode 2017-2022, maka tak ada lagi perbedaan dengan pendukung cabup-cawabup lain.

“Pilkada telah berakhir, mari kita membangun Pidie ke arah yang lebih baik. Untuk mewujudkan itu harus ada dukungan penuh dari semua elemen masyarakat,” demikian Fadlullah. (naz) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id