Warga Sumpah Serapah PLN | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Warga Sumpah Serapah PLN

Warga Sumpah Serapah PLN
Foto Warga Sumpah Serapah PLN

* Pemadaman di Subulussalam Makin Parah

SUBULUSSALAM – Pemadaman listrik di Kota Subulussalam akhir-akhir ini tampaknya semakin memburuk. Dalam empat bulan terakhir listrik terus mengalami hidup mati berkali-kali. ”Kami sangat kecewa karena listrik sering padam,” kata Rahmin Bancin, warga Subulussalam kepada Serambi, Kamis (6/4). Pemadaman listrik yang tidak menentu membuat pelanggan PLN di Kota Subulussalam gerah.

Apalagi, listrik sering padam pada waktu yang dibutuhkan masyarakat. ”Saya lihat akhir-akhir ini listrik semakin tidak beres, satu jam bisa padam berkali-kali alias hidup segan mati-mati saja. Nanti kalau kita tanyakan selalu alasannya karena cuacalah, hujan padahal kadang padamnya tengah hari, cuaca juga bagus,” ujar Rahmin dengan nada geram. “Mestinya PLN cepat tanggap.

Sehingga tidak ada keluhan yang terus menerus dari pelanggan,” tambahnya. Selain Rahmin, keluhan juga disampaikan warga di media sosial. Seperti halnya Awaluddin. Dia menyatakan kesal karena listrik saban hari byar pet. Kekecewaan warga sangat beralasan sebab GM PLN Aceh pernah menyampaikan bahwa krisis listrik di daerah itu segera teratasi dengan berbagai argumen dan klaim adanya pembangunan pembangkit listrik di sejumlah kawasan. Tapi faktanya, hingga kini listrik di Subulussalam dan sekitarnya makin parah.

“Air PAM juga terganggu karena selain sering mati, kalau pun hidup kondisinya drop, AC aja susah menyala,” timpal Fitria Ramona, warga lainnya. Karena itu, masyarakat meminta pihak PLN memperbaiki kondisi yang terjadi karena sangat merugikan konsumen.

Manajer PLN Cabang Subulussalam Henri Firdaus yang dikonfirmasi Serambi mengatakan pengerjaan peningkatan kehandalan pembangkit besar di Aceh tidak tidak berdampak ke Subulussalam. Hal ini lantaran masih beroperasinya PLTD dengan sistem isolated yang berlokasi di Rimo Singkil, Kota Fajar, Tapaktuan dan Blangpidie. Sementara pemadaman yang terjadi beberapa waktu terakhir menurutnya akibat gangguan lokal. Dikatakan, beberapa hari ini pasokan listrik ke pelanggan terganggu akibat faktor lokal yaitu hujan badai, petir, dan hewan.

Dia berjanji jika sistem pembangkit besar dan transmisi pulih akan mengalihkan ke sistem 20kv dari Sidikalang dan Meulaboh. “Selanjutnya, kami akan melakukan kegiatan pemeliharaan dan peningkatan kehandalan PLTD isolated dalam rangka persiapan kehandalan sebelum bulan Suci Ramadhan,” terang Henri (lid) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id