Syech Abu Kahlidin, Seniman Tutur Aceh Jaya | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Syech Abu Kahlidin, Seniman Tutur Aceh Jaya

Syech Abu Kahlidin, Seniman Tutur Aceh Jaya
Foto Syech Abu Kahlidin, Seniman Tutur Aceh Jaya

NAMANYA Syech Abu Khalidin. Usianya 22 tahun. Pemuda asal Desa Fajar, Kecamatan Darul Hikmah ini memilik prestasi yang terbilang unik. Ia merupakan seniman tutur Bahasa Aceh, sebuah bakat yang jarang dimiliki kebanyakan pemuda Aceh. Biasanya, seni bertutur atau dalam tradisi Aceh sering disebut Meucae, kerap dilakoni seniman di atas usia 40-an tahun.

Sebut saja seperti legenda seni tutur Tgk Adnan PMTOH, atau yang sedikit lebih moderat Agus Nur Amal yang namanya sudah terkenal hingga mancanegara. Namun bagi Syech Abu Khalidin, meski usianya masih muda, seni Meucae sudah menjadi bagian dari hidupnya.

“Kalau ada kesempat saya ingin lebih berkembang, walaupun tidak seperti mereka yang sudah terkenal, setidaknya saya bisa terus belajar agar bisa menjadi seperti mereka,” ujarnya kepada Serambi kemarin.

Nama Syech Abu Khalidin termasuk dalam salah satu seniman tutur terbaik pada acara Piasan Raya Aceh Jaya Gemilang 2017 Tingkat Kecamatan Darul Hikmah yang dipusatkan di Gampong Fajar pada 1 April lalu. Pada piasan raya yang turut dimeriahkan berbagai pameran pembangunan, lomba seni dan budaya ini, Syech Abu Khalidin meraih juara satu untuk perlombaan seni Meucae. Menurut Abu Khalidin bakat seni Meu Cae sudah mengalir dalam diirinya sejak duduk di kelas V MIN.

Bakat tersebut terus berlanjut hingga ia memasuki pendidikan MAS Patek dan Dayah Darul ‘Amilin, Kecamatan Darul Hikmah. “Saya merasa sangat bangga dan senang bisa keluar sebagai juara satu. Semua itu sungguh tidak saya sangka,” ujar Abu Khalidin. Prestasi tersebut membuat Abu Khalidin semakin termotovasi untuk mendalami seni bertutur.

Biasanya materi dalam seni Meucae diperolehnya saat waktu senggang. Selebihnya ia mempelajarinya melalu handphone maupun kaset yang didengarnya. Sedangkan untuk materinya, Abu Khalidin memilih tema yang kontekstual seputar kebijakan dan program Pemerintah Aceh Jaya. Misalkan soal listrik gratis dan raskin. “Tegantung acaranya juga. Kalau materi saya tulis sendiri,” sebutnya.

Kini Abu Khalidin sedang mempersiapkan dirinya untuk kembali tampil dalam lomba yang sama pada tingkat kabupaten. Apabila pihak kecamatan memberinya kesempatan, ia berkomitmen akan berusaha memberi yang terbaik. “Insha Allah saya akan lebih giat lagi belajar agar bisa meraih dari apa yang sudah saya dapat saat ini,” ujarnya.(sar) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id