Ratusan Guru Mogok Mengajar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ratusan Guru Mogok Mengajar

Ratusan Guru Mogok Mengajar
Foto Ratusan Guru Mogok Mengajar

* Tuntut Tunjangan Guru Terpencil

SINGKIL – Ratusan guru daerah terpencil di Kabupaten Aceh Singkil mogok mengajar secara serentak Rabu (5/4). Mereka mogok karena tidak mendapatkan tunjangan guru daerah terpencil, padahal secara geografis medan bakti mereka berada di tengah kepulauan yang jauh dari daratan dan rawan musibah.

Aksi mogok mengajar itu masing-masing dilakukan guru di Kecamtan Pulau Banyak dan Kecamatan Pulau Banyak Barat. Kemudian disusul guru di Kecamatan Kuala Baru yang menurut informasi akan memulai mogok mengajar hari ini, Kamis (6/4).

Para dewan guru memilih berkumpul bersama teman-temannya. Ada juga yang memilih tetap tinggal di rumah masing-masing. Sedangkan siswa yang telanjur datang ke sekolah dipersilakan kembali ke rumah.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh Singkil, M Najur mengakui bahwa ratusan guru serentak mogok mengajar kemarin. Total guru yang mogok mengajar ada 230 orang, mulai dari guru PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA.

“Saya sedang dalam perjalanan ke Pulau Banyak untuk berdiskusi dengan teman-teman guru dalam mencari solusi,” kata Najur dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Ketua PGRI Kecamatan Pulau Banyak, Yusril yang dihubungi terpisah membenarkan guru-guru di sana melakukan mogok massal. Langkah itu dilakukan lantaran daerahnya yang secara geografis berada di tengah kepuluan, namun tidak seorang guru pun mendapat tunjangan daerah terpencil.

Menurut Yusril di Kepulauan Banyak, hanya ada dua sekolah yang dapat tunjangan guru terpencil, yaitu SD Ujung Sialit dan SD Suka Makmur, Kecamatan Pulau Banyak Barat. Sedangkan sekolah lain seperti SD Haloban, SMP, dan SMA Pulau Banyak Barat tidak mendapatkannya. Padahal, lokasinya sama, malah jika dihitung jarak dari daratan lebih jauh. “Hanya dua sekolah yang dapat di Kecamatan Pulau Banyak Barat, sedangkan di Kecamatan Pulau Banyak seluruhnya tidak dapat tunjangan,” ujar Yusril.

Sejauh ini para guru belum memutuskan batas waktu mogok mengajar. Rencana awal akan dilakukan sampai ada solusi terhadap nasib guru di daerah terpencil tersebut. “Anak-anak diliburkan, kalau tidak ada solusi mogok berlanjut,” kata Yusril.

Anggota DPRK Aceh Singkil, Taufik, mengaku prihatin atas terjadinya mogok mengajar tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, guru di Kepulauan Banyak dan Kuala Baru tidak mendapat tunjangan guru terpencil. Sementara di daratan ada yang mendapat tunjangan guru terpencil. “Padahal, biaya hidup di Kepulauan jauh lebih tinggi. Saya mendesak pihak terkait segera mencari solusi,” ujar wakil rakyat asal Pulau Banyak Barat tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Singkil, Yusfit Helmi, ketika dikonfirmasi Serambi mengaku belum mendapat laporan tentang aksi mogok massal guru di Pulau Banyak, Pulau Banyak Barat, dan Kuala Baru. “Saya belum dapat informasi, saya segera mengeceknya ke lapangan,” kata Yusfit.

Diminta tanggapannya terkait alasan guru mogok lantaran tak mendapat tunjangan guru terpencil, Yusfit mengaku sedang berupaya mencari solusi. Antara lain melakukan pertemuan dengan pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Singkil bersama perwakilan PGRI dan Kobar-GB Aceh Singkil, untuk menanyakan mengapa guru di Pulau Banyak, Pulau Banyak Barat, dan Kuala Baru, tidak masuk list sebagai penerima tunjangan daerah terpencil.

Langkah itu dilakukan karena penetapan guru daerah terpencil tidak lagi memperhatikan surat keputusan (SK) bupati dan SK kepala dinas pendidikan, melainkan Kementerian Pendidikan mengambil data dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. “Barangkali saat pendataan oleh BPS data sekolah sekalian dengan data desa. Setelah konsultasi ke BPS Aceh Singkil, saya sudah mengutus staf konsultasi ke BPS Provinsi Aceh,” jelas Yusfit.

Ia berharap, sambil mencari solusi, guru harus tetap mengajar agar anak didik tidak dirugikan. Apalagi dalam waktu dekat akan dilaksanakan ujian nasional. (de) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id