Penembakan di Peunaron Sudah Sebulan Bermisteri | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Penembakan di Peunaron Sudah Sebulan Bermisteri

Penembakan di Peunaron Sudah Sebulan Bermisteri
Foto Penembakan di Peunaron Sudah Sebulan Bermisteri

Pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Aceh dua hari lalu menyita lagi satu pucuk senjata laras panjang (M-16) yang diduga digunakan pelaku pada kasus penembakan di Gampong Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur 5 Maret 2017. Ini merupakan senjata kedua yang disita polisi terkait kasus pemberondongan dua warga itu.

Senjata yang kedua ini diketahui setelah polisi menginterogasi AI, tersangka yang menyerahkan diri bersama sepucuk m-16 ke pihak Kodam IM, Sabtu lalu. “Dalam pemeriksaan AI mengaku masih menyimpan satu pucuk lagi senjata M-16. Dia menguburkan di lahan perkebunan kelapa sawit di Desan Kebun Tempeun, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur,” kata pejabat kepolisian.

Sambil memboyong AI, polisi kemudian bergerak ke lokasi tempat ia mengubur senjata tersebut. Saat digali, ternyata memang betul ada M-16 yang terkubur di sana.

Selain M-16, di lokasi itu polisi juga menyita empat magasin, 127 butir peluru aktif, satu tas pinggang warna hitam, dan satu karung putih dan plastik hitam. Barang bukti tersebut kemudian dibawa ke Polda Aceh untuk pengembangan lebih lanjut.

Polisi masih merahasiakan betul siapa sesungguhnya AI. Keberadaannya memang dipertanyakan mengingat saat menyerahkan diri ia pun sudah menyerahkan sepucuk senjata M-16 plus satu magasin dan 20 butir amunisi aktif berkaliber 5,56 mm. Polisi hanya memastikan bahwa AI bukan esksekutor. “Tidak, bukan, dia hanya ikut. Mereka satu tim,” sebutnya.

Dalam kasus ini, polisi sudah menahan tiga tersangka pelaku. Ada dua lagi yang masih diburu. Hasil penyidikan polisi, hingga kemarin diketahui ada lima pelaku penembakan terhadap “muge” sawit Peunaron itu. Kedua korban yang kena berondongan senjata laras panjang itu selamat. Tapi, tangan seorang di antaranya mengalami kelumpuhan.

Dilihat dari jumlah dan jenis senjata yang mereka gunakan, jelas kasus ini bukan sepele. Ada dua M-16 yang sudah disita bersama begitu banyak peluru aktifnya. Lalu, pelakunya juga satu tim, yang paling sedikit adalah lima orang.

Artinya, pelaku kasus ini sangat berencana menghabisi korbannya. Mereka datang berkelompok, menggunakan senjata api laras panjang beberapa pucuk, lalu mereka menghamburkan tembakan secara serampangan terarah ke korban yang berada dalam rumah pada malam itu.

Jadi, motifnya sangat serius. Di antara motif yang pernah muncul adalah terkait dengan politik. Sebab diketahui korbannya sebagai kader satu partai politik. Namun, polisi di Aceh Timur menyatakan kasus ini tak ada kaitan dengan politik. Jika bukan politik, apakah dendam pribadi bisa mengerahkan bagitu banyak orang dan senjata untuk menghabisi korban?

Kita tak ingin menduga-duga apa motif insiden ini. Yang pasti kita mengatakan kasus ini serius, terutama terkait dengan penggunaan senjata secara tanpa hak yang begitu berani. Makanya, kita tentu tak sabar menanti terungkapnya misteri motif peristiwa yang sudah berlangsung tepat satu bulan itu. (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id