Alat Cetak Uang ORI Dipamerkan di USM | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Alat Cetak Uang ORI Dipamerkan di USM

Alat Cetak Uang ORI Dipamerkan di USM
Foto Alat Cetak Uang ORI Dipamerkan di USM

BANDA ACEH – Klise mata Oeang Republik Indonesia (ORI) merupakan alat untuk mencetak mata uang yang dikeluarkan oleh pemerintah RI kini dipamerkan dalam pameran museum goes to campus di Universitas Serambi Mekkah, Batoh, Banda Aceh, Selasa (4/4). Pameran yang dibuka oleh Staf Ahli Gubernur bidang Keistimewaan, SDM, dan Kerja Sama Setda Aceh, Drs Abdul Karim MSi ini berlangsung hingga Sabtu (8/4).

Pada display tertulis klise ORI tersebut memiliki panjang 11,5 centimeter, lebar 6 centimeter, serta terbuat dari bahan tembaga ditempelkan di kayu. Dengan diproklamasinya kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, pemerintah memandang perlu untuk segera memiliki mata uang sendiri yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi juga sebagai identitas negara merdeka. Percetakan uang pada waktu itu berpusat di Percetakan Kanisius yang berlokasi di Jalan Gondomanan, Yogyakarta.

Amatan Serambi, selain klise ORI dalam display yang sama juga ditampilkan klise mata Uang Republik Indonesia Provinsi Sumatera (URIPS) yang memiliki panjang 15 centimeter, lebar 9 centimeter, dan terbuat dari bahan tembaga yang ditempelkan pada kayu.

Selain itu dalam pameran bertemakan ‘dari Tanah Rencong untuk Indonesia’, juga dipamerkan replika biola WR Supratman. Sementara yang aslinya berada di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta. Biola yang dibuat oleh Nicolaus Amateus Fecit tersebut dibuat dari tiga jenis kayu yang terdiri atas cyprus, maple italia, dan kayu eboni Afrika Selatan.

Pada tahun 1914, WR Supratman memperoleh biola ini dari WM Van Eldick sebagai hadiah ulang tahun saat ia berusia 17 tahun. Biola bersejarah inilah yang digunakan pada tahun 1928 untuk menciptakan lagu Indonesia Raya. Biola itu juga digunakan pada saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan di depan peserta kongres Pemuda Kedua di Gedung Kramat 106 Jakarta pada 28 Oktober 1928.

“Ini replikanya saja tapi persis yang asli. Biola yang asli ada di Gedung Sumpah Pemuda, Jakarta,” ujar salah seorang staf museum yang hadir di lokasi pameran kepada Serambi,

Pameran ini diikuti enam museum nasional, yaitu Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, Museum Sumpah Pemuda Jakarta, Museum Perumusan Naskah Proklamasi Jakarta, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Museum Basoeki Abdullah Jakarta, dan Museum Kepresidenan Balai Kirti Bogor. Selain itu juga dimeriahkan dengan kehadiran Museum Negeri Provinsi Aceh dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh.

Sementara pengunjung yang hadir pada pameran tersebut terdiri atas sejumlah murid dan pelajar yang ada di Banda Aceh yang juga ditemani oleh guru masing-masing. Guru bidang studi di SD N 7 Banda Aceh, Ramlah kepada Serambi mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi para murid.

“Anak-anak dapat lebih mengetahui tentang sejarah, selama ini di sekolah yang diajarkan teori tapi di pameran ini mereka dapat melihatnya sendiri,” demikian katanya. (una) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id