PKB Aceh hingga Maret Rp 88 M | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

PKB Aceh hingga Maret Rp 88 M

PKB Aceh hingga Maret Rp 88 M
Foto PKB Aceh hingga Maret Rp 88 M

BANDA ACEH – Pendapatan Asli Aceh (PAA) dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dari Januari hingga Maret 2017 mencapai Rp 88,429 miliar. Jumlah ini mencapai 26,26 persen atau di atas rata-rata target penerimaan setiap bulan (8,3 persen). Sedangkan target PKB selama 2017 senilai Rp 335 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Jamaluddin SE MSi Ak menyampaikan hal ini ketika menjawab Serambi kemarin. Sedangkan dari penerimaan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), kata Jamaluddin belum mencapai target bulanan 8,3 persen. Pasalnya, realisasinya selama tiga bulan Rp 92 miliar atau 23,89 persen (7,9 persen/bulan) dari target Rp 385 miliar.

“Secara umum, penurunan penjualan sepeda motor dalam dua bulan terakhir ini belum memengaruhi atau belum menjadi penghambat pencapaian pendapatan asli Aceh (PAA) dari pajak bermotor,” kata Jamaluddin didampingi Kepala Bidang Pendapatan, Sofyan.

Pasalnya, kata Jamaluddin, penerimaan pajak dari sumber kendaraan bermotor cukup banyak, termasuk dari BBNKB ditambah dari PKB yang disetor pemilik kendaraan setiap tahun. Belum lagi denda, jika waktu pembayarannya sudah melampui batas.

Jamaluddin optimis meski Februari dan Maret 2017 penjualan sepmor baru di Aceh menurun dibanding Januari 2017 dan Desember 2016, menjelang Idul Fitri dan tahun ajaran baru nanti pada Juni-Agustus akan naik lagi. Ini terbukti dari data penjualan sepmor dan mobil baru tahun lalu, yakni pada Februari dan Maret masing-masing sekitar 8.000 unit/bulan pada April naik menjadi 8.500 unit dan Juni naik lebih tinggi mencapai 9.900 unit.

Karena itu, kata Jamaluddin, penurunan daya beli kendaraan bermotor Februari dan Maret, bisa ditutupi dari penjualan bulan berikutnya yang naik, apalagi setelah ada kegiatan proyek fisik APBA di lapangan karena uang dari pemerintah sudah cair. Secara menyeluruh penerimaannya bisa melampui target.

“Kalaupun tidak tercapai, realisasinya pada akhir tahun nanti di atas 95 persen, sehingga Pemerintah Aceh tidak akan mengalami defisit anggaran, melainkan selalu Silpa. Silpa itu bersumber dari sisa tender proyek, proyek fisik/pengadaan barang yang tidak bisa dilaksanakan karena berbagai kendala di lapangan. Antara lain, lahan belum tuntas dan lainnya,” sebut Jamaluddin.

Data diperoleh Serambi dari Kantor Samsat Provinsi Aceh, penjualan sepmor baru atau pelat hitam kepada masyarakat pada Februari dan Maret 2017 menurun sekitar 30 persen dibandingkan Januari 2017 dan Desember 2016. Penjualan sepmor baru pada Januari 9.183 unit, Februari turun menjadi 6.553 unit, dan Maret naik sedikit menjadi 8.570 unit, tapi masih berada di bawah penjualan Januari 2017 dan Desember 2016, yakni sekitar 9.164 unit/bulan.

Dikonfirmasi terpisah, seorang distributor sepmor Honda di Banda Aceh, Saiful membenarkan informasi penurunan penjualan ini. Menurutnya, khusus sepmor Honda, penjualan total penjualan pada Februari dan Maret per bulannya berkisar 6.000 unit/bulan atau turun dibanding Januari 2017 mencapai 7.000 unit/bulan.

Saiful memperkirakan penurunan ini banyak faktor, salah satunya pengaruh proyek fisik dan pengadaan barang serta jasa dari Pemerintah Aceh tahun ini banyak yang belum jalan. “Yang saya tahu, pengumuman lelang proyeknya baru dilakukan 17 Maret 2017 lalu dan baru akan ada pelaksanaan penandatangan kontrak bulan depan,” ujarnya. (her) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id