50 Pasutri Ikuti Nikah Massal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

50 Pasutri Ikuti Nikah Massal

  • Reporter:
  • Rabu, April 5, 2017
50 Pasutri Ikuti Nikah Massal
Foto 50 Pasutri Ikuti Nikah Massal

* Sekdakab Galus Jadi Saksi

BLANGKEJEREN – Sebanyak 50 pasangan suami-istri (pasutri) di Kabupaten Gayo Lues (Galus) mengikuti sidang isbat nikah massal di Balai Musara Blangkejeren, Selasa (4/4). Sekdakab Galus Thalib SSos ikut menjadi saksi bersama dua saksi dari masing-masing pasangan yang masuk kategori warga miskin dan korban konflik.

Sekdakab Thalib SSos dalam sambutannya mengatakan pasutri ini wajib mengikuti sidang itsbat nikah, karena sejak menikah belum memiliki buku nikah dari Kantor Urusan Agama (KUA). Dia menjelaskan walaupun mereka diakui secara agama, tetapi secara hukum negara belum diakui, karena belum memiliki buku nikah.

“Untuk mendapatkan kepastian hukum yang diakui oleh negara, maka sidang isbat nikah ini harus diikuti oleh pasutri yang belum memiliki buku nikah,” jelasnya. Dia mengakui bagi masyarakat awam, buku nikah tidak dinilai penting, padahal sangat diperlukan untuk kebutuhan lainnya, seperti membuat akte kelahiran.

Dia meminta Dinas Syariat Islam bersama dan Kantor Kementerian Agama (Kakemenag) Blangkejeren untuk mendata masyarakat yang belum memiliki akte kelahiran. Disebutkan sidang isbat ini diselenggarakan oleh Dinas Syariat Islam bersama Kantor Kementerian Agama Blangkejeren dengan jumlah pasutri yang dinikahkan kembali berjumlah sepuluhan pasangan.

Kepala Dinas Syariat Islam Galus, Drs Rasyidin mengatakan isbat nikah ini untuk memberikan kepastian hukum sebagaimana diatur dalam Agama Islam dan diakui oleh negara. “Meskipun mereka sudah dinikahkan dan sah seusai ajaran agama Islam, tetapi belum bisa diakui negara, karena tidak tercatat di Kantor KUA,” jelasnya.

Dia menjelaskan tujuan isbat nikah ini untuk memudahkan pasutri tersebut membuat akte kalahiran bagi anak-anaknya, selain bagi pasangan itu sendiri. “Peserta isbat nikah sebanyak 50 pasangan yang telah lulus verifikasi dari 11 kecamatan,” jelasnya. Dia berharap, bagi pasangan lainnya yang belum memiliki buku nikah, maka dapat menghubungi pihaknya atau Kantor KUA di masing-masing kecamatan.

“Isbat nikah ini seusai Syariat islam dan juga hak bagi masyarakat yang belum memiliki buku nikah dan kegiatan ini dibiayai oleh pemerintah, bahkan peserta diberikan uang transportasi,” ujar Rasyidin didampingi Kabid Hukum dan HAM Dinas Syariah Aceh. Dalam kegiatan itu, juga dihadiri sejumlah kepala dinas, badan dan kantor, selain pasutri yang mengikuti sidang isbat nikah

Sementara itu, salah satu pasutri yang tidak mau namanya disebutkan mengaku senang dengan kegiatan ini, sehingga mereka telah diakui oleh negara. Mereka juga mengaku senang, karena Sekdakab Galus ikut menjadi saksi, selain menyerahkan buku nikah kepada masing-masing pasangan suami-istri yang sebagian telah berumah tangga puluhan tahun.(c40) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id