Jembatan Krueng Teunom Ditutup | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jembatan Krueng Teunom Ditutup

Jembatan Krueng Teunom Ditutup
Foto Jembatan Krueng Teunom Ditutup

* Besok Ada Pengecoran Lantai Jembatan

CALANG – Akses Jembatan Krueng Teunom di lintasan Banda Aceh-Meulaboh atau di kawasan Desa Paya Baro, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya Kamis besok (6/4) ditutup mulai pukul 08.00 WIB-14.00 WIB. Penutupan itu dilakukan sehubungan dengan adanya pengerjaan pengecoran lantai jembatan. Penutupan jembatan ini diperkirakan akan mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas di lintasan Banda Aceh-Meulaboh atau sebaliknya.

“Penutupan jembatan Krueng Teunom harus dilakukan karena perlu menunggu masa pengerasan beton setelah dicor. Penutupan berlangsung selama enam jam pada Kamis besok,” kata Ir Jandri Zaldi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 10 didamping pihak rekanan Said Ilham ST dari GS CV Grand Karya Mandiri dan Konsultan Ir Adi Sukanto kepada Serambi, Selasa (4/4).

Pihaknya berharap para pengguna jalan kiranya dapat menyesuaikan jam keberangkatan lintas Banda Aceh-Meulaboh untuk menghindari kemacetan. Jandri menambahkan seusai pengecoran, kendaraan tetap masih berjalan di atas jembatan bailey yang dibangun di atas jembatan yang dicor itu. Sementara pembongkaran jembatan bailey baru bisa dilakukan seusai pengecoran selama 28 hari terhitung sejak mulai pengecoran dilakukan.

Sementara itu anggota DPR Aceh Mohd Alfatah kepada Serambi kemarin mengatakan pembangunan jembatan yang Krueng Teunom diharapkan dapat tuntas dikerjakan dalam waktu singkat, tanpa mengurasi aspek kualitas dan keamanan bangunan. “Jembatan Krueng Teunom ini sangat vital, kalau sempat jembatan ini putus, maka warga Barsela harus naik rakit lagi seperti masa tsunami lalu,” katanya.

Koordinator Komunitas Peduli Keselamatan Bersama (KPKB) Aceh Barat Rahmad Maulizar menegaskan terkait rencana penutupan Jembatan Krueng Teunom yang akan dilakukan pada Kamis besok dinilai sangat tepat untuk menuntaskan pembangunan badan jembatan tersebut.

Namun, kata Rahmad, pihak rekanan harus mampu menuntaskan pekerjaannya karena dampak penutupan jalan tersebut menyebabkan seluruh aktivitas masyarakat di wilayah Barsela dipastikan ikut terganggu. Belum lagi jika ada kondisi darurat misalnya seperti ada warga yang harus dirujuk ke Banda Aceh saat jembatan ini ditutup, maka akan berakibat fatal. “Risiko ini tidak kita inginkan, karena itu rekanan harus memperhatikannya dengan tidak mengorbankan nyawa orang lain,” ujar Rahmad.(c45/edi) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id