Kuasa Hukum Irwandi-Nova: Mari Hormati Putusan MK | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kuasa Hukum Irwandi-Nova: Mari Hormati Putusan MK

Kuasa Hukum Irwandi-Nova: Mari Hormati Putusan MK
Foto Kuasa Hukum Irwandi-Nova: Mari Hormati Putusan MK

URI.co.id – BANDA ACEH – Kuasa hukum pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, Sayuti Abubakar MH mengajak semua pihak, terutama penggugat, untuk menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan pasangan calon (paslon) nomor urut 5 dalam Pilkada Aceh 2017, Muzakir Manaf-TA Khalid.

Imbauan itu disampaikan Sayuti Abubakar melalui siaran persnya kepada Serambi, Selasa (4/4/2017) merespons terbitnya putusan MK hari ini  yang menyatakan bahwa mahkamah tidak dapat menerima permohonan paslon Muzakkir Manaf- TA Khalid terhadap sengketa hasil Pilkada Aceh 2017.

“Putusan itu final dan mengikat, merupakan akhir dari semua tahapan pilkada yang telah berlangsung selama ini di Aceh,” ujar Sayuti Abubakar.

Adapun alasan MK menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima adalah karena pemohon tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan permohonan tersebut, yakni tidak terpenuhinya ambang batas perolehan suara untuk Provinsi Aceh yaitu 1,5 persen, mengingat jumlah penduduk Aceh berada antara kisaran 2 juta hingga 6 juta jiwa.

“Sebagaimana kita tahu, selisih perolehan suara pemohon dengan paslon Irwandi-Nova adalah hampir mencapai 6 persen, sebagaimana dipersyaratkan dalam Pasal 158 ayat (1) UU Pilkada juncto Pasal 7 ayat (1) PMK Nomor 1 Tahun 2016,” sebut Sayuti.

Menurut advokat asal Bireuen yang  bermukim di Jakarta ini, putusan MK tersebut sudah sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku, termasuk UUPA sebagai landasan hukum yang khusus bagi Aceh.

“Dengan keputusan MK tersebut, maka jelaslah sah secara hukum bahwa Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih untuk periode 2017-2022. Jadi, mari sama-sama kita hormati keputusan hukum ini yang juga bermakna kemenangan seluruh rakyat Aceh,” imbau Sayuti.

Pihaknya juga mengaku sangat apresiatif terhadap  paslon pemohon karena mereka dan semua pihak telah menjadikan proses hukum sebagai landasan untuk memperjuangkan keadilan.

“Permohonan ini memperlihatkan kepada semua pihak bahwa pilkada Aceh berlangsung damai dan demokratis,” ulasnya.

Meski terjadi beberapa insiden kekerasan selama pilkada berlangsung, kata Sayuti, namun masih dalam kategori normatif sebagai daerah pascakonflik.

‘Dan amannya Pilkada Aceh tidak terlepas dari kesigapan aparat keamanan dalam melakukan respons terpadu dan terukur dari setiap insiden yang bisa mengganggu Pilkada Aceh.

“Hal terpenting dari semua proses hukum yang kita jalani sampai adanya keputusan ini adalah kita telah memberikan edukasi politik dan hukum yang baik bagi rakyat Aceh.

Kami mengimbau, dengan adanya keputusan MK ini maka menjadi awal yang baik bagi semua pihak, terutama semua paslon dan tim pemenangannya untuk meninggalkan semua perbedaan selama ini dan bersatu untuk sama-sama memperkuat persatuan bagi Aceh yang lebih baik,” kata Sayuti.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada KIP Aceh dan KIP kabupaten/kota dan seluruh jajarannya sebagai penyelenggara, panwaslih, aparat keamanan baik Polri maupun TNI dan seluruh instansi terkait lainnya.

Juga kepada semua pasangan calon beserta tim pemenangannya serta semua pihak yang telah berkonstribusi bagi terwujudnya Pilkada Aceh yang baik, aman, dan damai.

“Salam Pilkada halal,” ujarnya mengutip jargon pilkada yang kerap dipopulerkan Irwandi Yusuf saat kampanye pilkada lalu. (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id