Pesawat Pengantar Mesin Sudah Empat Kali Tertunda | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pesawat Pengantar Mesin Sudah Empat Kali Tertunda

Pesawat Pengantar Mesin Sudah Empat Kali Tertunda
Foto Pesawat Pengantar Mesin Sudah Empat Kali Tertunda

* US Air Force Masih di SIM

BANDA ACEH – Pesawat militer Amerika Serikat (AS) dengan misi mengantarkan mesin pesawat ke Banda Aceh hingga Senin (3/4) belum juga mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar. Akibatnya, pesawat militer jenis Boeing 707 milik US Air Force (angkatan udara) AS yang sebelumnya mendarat darurat, hingga kini sudah sebelas hari berada di Aceh.

Komandan Landasan Udara (Danlanud) SIM, Kolonel Pnb Suliono, maupun Manajer Operasional Angkasa Pura SIM, Surkani sudah beberapa kali memberi informasi mengenai perubahan jadwal kedatangan pesawat pengantar mesin itu. Sebelumnya, Danlanud memberitahukan bahwa otoritas AS sudah mengirim pesawat Galaxy C-5 (pesawat pengangkut militer), dengan tugas mengantar mesin, suku cadang (sparepart), dan mekanik untuk Boeing 707 ke Banda Aceh.

Awalnya, Danlanud menginformasikan bahwa pesawat itu sempat mengalami delay di Alaska, AS, dan akan mendarat di Bandara SIM pada Sabtu (1/4) sore. Namun, siangnya terjadi perubahan jadwal, pesawat disebutkan akan mendarat Minggu (2/4) pagi dan langsung kembali setelah menurunkan muatan.

Tapi nyatanya pesawat juga urung mendarat dan jadwalnya bergeser ke Minggu (2/4) malam. Namun, pada Minggu siang kembali diinformasikan bahwa jadwal kedatangan pesawat pengangkut itu digeser ke Senin (3/4) pagi. Serambi pun sempat menunggu kedatangan pesawat itu di bandara hingga Senin siang, namun pesawat tak juga mendarat.

Amatan Serambi kemarin di bandara, tiga prajurit tampak berwara-wiri di sekitar pesawat yang diparkir di apron bandara.

Manajer Operasional Angkasa Pura SIM, Surkani mengatakan, pihak belum mendapatkan info terbaru mengenai jadwal pasti kedatangan pesawat tersebut. Bahkan, awak pesawat yang saat ini masih berada di Banda Aceh mengawasi pesawat, juga belum dapat memberikan kabar pasti tentang kedatangan pesawat itu.

Sebelumnya diberitakan, pesawat US Air Force mendarat darurat di Bandara SIM Aceh Besar, Jumat (24/3), karena mengalami kerusakan mesin. Pesawat itu berangkat dari Pulau Diego Garcia menuju Bandara Kadena, Okinawa, Jepang. Belakangan diketahui dari media luar, pesawat itu termasuk jenis pesawat pengendus nuklir. (mun) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id