Akademisi: Korban Berhak Tahu Pelaku Penembakan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Akademisi: Korban Berhak Tahu Pelaku Penembakan

Akademisi: Korban Berhak Tahu Pelaku Penembakan
Foto Akademisi: Korban Berhak Tahu Pelaku Penembakan

BANDA ACEH – Akademisi Fakultas Hukum Unsyiah, Saifuddin Bantasyam menyatakan korban kasus penembakan di Peunaron, Aceh Timur berhak mengetahui pelaku, dalang, hingga motif penembakan terhadap mereka. Sehingga pihak kepolisian harus mengungkap tuntas kasus ini.

Pernyataan itu disampaikan Saifuddin Bantasyam saat menjadi narasumber dalam Talkshow Cakrawala Serambi FM, Senin (3/4). Talkshow itu membedah Salam Serambi Indonesia dengan tema ‘publik menunggu dalang kasus peunaron’, yang juga menghadirkan Redaktur Pelaksana, Yarmen Dinamika sebagai narasumber internal.

Dalam Talkshow itu, Saifuddin mengatakan kasus itu harus segera terungkap. Alasannya, karena Aceh sudah pernah mengalami peristiwa serupa saat pilkada 2012, yang diwarnai penembakan hingga menimbulkan banyak korban sipil, terutama dari kalangan luar Aceh.

Selain itu, Saifuddin tidak menafikan jika kasus itu bisa saja bermotif politik. Sehingga menurutnya, jika tidak diungkap akan memberi dampak buruk terhadap warga yang ingin berpartisispasi dalam politik Aceh,di masa yang akan datang.

“Dengan terungkapnya kasus ini juga akan membuat masyarakat mengetahui, tentang bagaimana orang-orang menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan politiknya, saya rasa satu nilai yang tak perlu dihormati atau direspek,” ujar Saifuddin kemarin.

Ditambahkan, karena publik menunggu siapa dalang di balik penembakan yang dianggap terkait politik ini, maka polisi harus bekerja keras. Namun ia meyakini, polisi akan mampu membongkar kasus ini sehingga masyarakat akan mengetahui aktor intelektualnya. Apalagi saat ini ada beberapa pelaku sudah ditahan dan menyerah.

Namun terhadap satu pelaku yang tiba-tiba menyerah dengan membawa senjata, Saifuddin mengingatkan, agar polisi benar-benar membuktikan yang menyerah itu ebnar-benar pelaku. Karena bisa saja ada kemungkinan, yang menyerah itu datang dibawah tekanan dengan mengaku sebagai pelaku, dan membawa senjata. (mun) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id