Mahasiswa Demo Protes Mutasi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mahasiswa Demo Protes Mutasi

Mahasiswa Demo Protes Mutasi
Foto Mahasiswa Demo Protes Mutasi

* UUPA Dipakai untuk Kepentingan Pribadi

BANDA ACEH – Kumpulan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) beberapa kampus di Aceh, Senin (3/4) kemarin, melancarkan demo di Kantor Gubernur Aceh. Mereka menyoal kebijakan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah terkait mutasi sejumlah kepala SKPA pada 10 Maret lalu.

Para mahasiswa juga menganggap Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA) yang menjadi landasan gubernur melantik dan memberhentikan para pejabat eselon II itu, tidak tepat. Bahkan mereka menilai UUPA digunakan Gubernur Aceh untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

“UUPA hanya untuk kepentingan golongan, hanya untuk kepentingan pribadi. Salah satunya pelantikan SKPA itu, kami sangat kecewa ketika UUPA hanya digunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompok,” teriak salah satu orator aksi dengan pengeras suara saat para mahasiswa mulai masuk dalam pekarangan kantor Gubernur Aceh sekira pukul 10.00 WIB kemarin.

Amatan Serambi, para mahasiswa yang hadir melancarkan aksi kemarin tidak sedikit, mereka tergabung dari beberapa kampus yang ada di Aceh. Para mahasiswa juga tampak mengenakan almamater mereka masing-masing dan membawa sejumlah karton yang bertuliskan kecaman kepada Gubernur Aceh, Zaini Abdullah terkait kebijakannya melantik dan memberhentikan kepala SKPA beberapa waktu lalu.

Aksi yang berlangsung selama satu jam itu, dikawal ketat oleh pihak Satpol PP dan kepolisian. Beberapa mahasiswa yang mewakili kampus mereka masing-masing, secara bergantian berorasi dan menyampaikan pendapatnya. “Jika UUPA digunakan untuk melantik kepala SKPA, mestinya UUPA juga digunakan untuk ha-hal lain di Aceh, seperti bendera dan lambang, batas wilayah, dan juga soal pembagian tujuh puluh tiga puluh,” teriak salah seorang orator aksi.

Mahasiswa juga menyesalkan polemik mutasi yang telah terjadi di lingkungan Pemerintah Aceh, seyogyanya hal itu hanya merugikan masyarakat Aceh. Mahasiswa terus menuding, pelantikan SKPA dengan menggunakan dasar UUPA hanya kepentingan Zaini Abdullah semata.

“Jangan manfaatkan kesaktian UUPA untuk untuk kepentingan pribadi, tapi kesaktian UUPA harus dimanfaatkan untuk seluruh masyarakat Aceh. Jangan biar rakyat sengsara dengan kegaduhan elite di Aceh,” teriak Misran, salah seorang aktivis mahasiswa UIN Ar-Raniry.

Koordinator Aksi, Jaili Farman, kepada awak media mengatakan, aksi yang dilakukan kemarin sudah direncanakan mahasiswa jauh-jauh hari, lantaran melihat konflik atau polemik yang terjadi di lingkungan Pemerintah Aceh. Ia juga mengecam Gubernur Aceh, Zaini Abdullah yang terkesan memaksa kehendaknya dengan UUPA untuk melantik para pejabat.

“Hanya untuk pelantikan SKPA saja, padahal masih banyak point lain. Kami sangat kecewa, nampak jelas bahwa ada nuansa politik di balik pelantikan itu,” sebut Jaili.

Dalam aksi kemarin, mahasiswa memaksa untuk bertemu Gubernur Zaini Abdullah guna menyampaikan aspirasi mereka. Aksi saling dorong dengan personel Satpol PP sempat terjadi, namun para mahasiswa tak berhasil masuk, selanjutnya mereka melancarkan aksi yang sama di Kantor DPRA.

Karo Humas Setda Aceh, Mulyadi Nurdin mengatakan, gubernur bukan tidak mau bertemu dengan mahasiswa, tapi hingga kemarin gubernur masih berada di Jakarta guna memperjuangkan beberapa hal terkait kekhususan Aceh.(dan) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id