Polisi Periksa 6 Pegawai Dishub | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Periksa 6 Pegawai Dishub

Polisi Periksa 6 Pegawai Dishub
Foto Polisi Periksa 6 Pegawai Dishub

* Kasus OTT di Terminal Geudong

LHOKSEUMAWE – Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, hingga Senin (3/4), sudah memeriksa enam pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Utara, terkait operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim Saber Pungli terhadap seorang petugas di Terminal Geudong, Samudera. Petugas itu diduga melakukan pungutan liar (pungli) pada angkutan umum.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir SE mengatakan, keenam pegawai Dinas Perhubungan Aceh Utara yang dimintai keterangan, adalah pegawai yang tugasnya terkait pengelolaan terminal.

“Dalam waktu dekat ini kami juga akan memintai keterangan kepala dinasnya dan juga tim anggaran Pemkab Aceh Utara,” kata Yasir.

Ia menambahkan, sampai saat ini petugas Dinas Perhubungan Aceh Utara yang tertangkap tangan melakukan pungutan liar di Terminal Geudong, belum ditetapkan sebagai tersangka, karena yang bersangkutan melakukan pungli karena terpaksa. “Tapi kasusnya terus kita dalami, apakah ada unsur pidana atau tidak,” pungkas AKP Yasir.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim Saber Pungli Polres Lhokseumawe menangkap Zai, petugas Dishub Aceh Utara yang diduga melakukan pengutipan retribusi pada angkutan umum diduga secara ilegal di terminal Geudong, Kecamatan Samudera Geudong, Kamis (30/3) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dalam operasi tangkap tangan tersebut, polisi juga mengamankan uang sekitar Rp 400 ribu. Zai diduga melakukan pugli, karena saat mengutip retribusi pada angkutan umum tidak menggunakan/memberikan tiket atau karcis resmi dari Pemkab Aceh Utara.

Sementara Kadishub Aceh Utara, Badli saat itu mengatakan, selama ini petugas kesulitan memberikan tiket retribusi kepada angkutan umum. Sebab angkutan umum saat melintas di depan terminal tak mau berhenti dan hanya melempar uang pada petugas. Badli memastikan, petugasnya saat itu tidak melakulan pungli, karena setiap uang yang ia dapatkan selalu distor untuk dijadikan PAD Aceh Utara.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Yasir menambahkan, selain kepala dinas perhubungan, penyidik juga berencana memeriksa tim anggaran Pemkab Aceh Utara. Sebab, tim anggaran mematok pemasukan dari terminal tersebut Rp 120 ribu per hari.

Pemasukan wajib sebesar Rp 120 ribu tersebut dianggap tidak sesuai atau terlalu tinggi, karena Terminal Geudong hanya tipe C. Artinya, hanya labi-labi yang wajib membayar retribusi di terminal ini.

Karena untuk memenuhi target 120 ribu rupiah per hari, petugas di terminal terpaksa mengutip retribusi dari angkutan umum antar kota seperti L-300 dan jumbo. Sebab bila hanya berharap dari labi-labi, target itu tidak akan terpenuhi. “Atas dasar itu kami akan memintai keterangan tim anggaran Pemkab Aceh Utara,” demikian AKP Yasir.(bah) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id